Identitas dan Pemicu Keributan Masih Didalami
Radarbadung.jawapos– Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, kembali diwarnai keributan yang melibatkan warga negara asing (WNA).
Dua kelompok bule terlibat aksi saling dorong hingga berujung kontak fisik di tengah kawasan yang ramai aktivitas wisatawan.
Aksi tersebut sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial pada Rabu (23/9).
Informasi yang dihimpun, sejumlah pria terlihat terlibat keributan di pinggir jalan.
Mereka tampak saling dorong hingga terlibat aksi pukul-pukulan.
Salah seorang WNA yang mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang putih bahkan terlihat terjatuh ke aspal setelah terlibat kontak fisik dengan kelompok lainnya.
Keributan terjadi ketika sejumlah kendaraan masih melintas di sekitar lokasi.
Beberapa orang yang berada tidak jauh dari tempat kejadian kemudian mendekat dan berupaya melerai kelompok yang terlibat.
Dari rekaman yang beredar, para pria tersebut terlihat mengenakan pakaian berbeda.
Salah satu kelompok tampak mengenakan kaos dan celana pendek berwarna hitam.
Sementara kelompok lainnya terlihat mengenakan kaos abu-abu dengan celana panjang putih.
Ada pula pria yang mengenakan kemeja putih dengan celana panjang cokelat serta pria lain menggunakan kemeja merah dan celana panjang cokelat.
Aksi baku hantam tersebut kemudian direkam warga.
Video singkat itu menyebar di media sosial dan mendapat perhatian karena keributan terjadi di ruang publik.
Polisi pun melakukan pengecekan untuk memastikan kejadian sebenarnya.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana mengatakan, pihaknya masih mendalami video tersebut.
Anggota telah turun ke lokasi untuk mengecek kejadian sekaligus mengumpulkan informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat.
“Lokasi masih dicek. Anggota masih turun. Nanti kami kabari lagi,” ujar Sukadana saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).
Polisi belum memastikan identitas para WNA yang terlibat.
Pemicu keributan maupun rangkaian kejadian sebelum aksi saling pukul juga masih didalami.
Pengecekan di lapangan dilakukan untuk mencocokkan rekaman video yang beredar dengan kondisi sebenarnya serta mengetahui pihak-pihak yang terlibat.
Keributan yang melibatkan WNA di kawasan Kuta Utara bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, pada Rabu (9/9), polisi juga menindaklanjuti laporan mengenai dua kelompok WNA yang terlibat adu jotos di jalanan.
Polsek Kuta Utara mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan gangguan keamanan berkembang menjadi aksi yang lebih besar.
Warga yang mengetahui atau melihat kejadian serupa diminta segera menghubungi layanan kepolisian 110.
Menurut Sukadana, penanganan gangguan keamanan dilakukan bersama Linmas, Jagabaya, dan masyarakat.
“Kami sudah mengingatkan rekan-rekan warga maupun masyarakat, kalau memang ada ini, mohon dihubungi 110. Kami sama-sama atensi bersama dengan Linmas, Jagabaya maupun masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung