Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Gawat, Kasus HIV AIDS di Jembrana Bali Makin Mengkhawatirkan, Pekerja Hiburan Malam Dites

Muhammad Basir • Kamis, 4 September 2025 | 01:12 WIB
Para pekerja tempat hiburan malam di Kelurahan Jembrana mengikuti VCT.
Para pekerja tempat hiburan malam di Kelurahan Jembrana mengikuti VCT.

Radarbadung.jawapso.com– Ancaman HIV/AIDS di Jembrana Bali semakin mengkhawatirkan. Setiap bulan ada tambahan kasus baru, hingga dalam setahun terakhir tercatat 48 kasus baru.

Data itu menambah panjang daftar orang dengan HIV (ODHIV) di Jembrana yang kini tembus 632 orang. Karena itu, tes HIV terhadap orang atau kelompok berisiko gencar dilakukan.

Di tengah angka mencemaskan itu, puluhan pekerja hiburan malam di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, digiring untuk edukasi dan ikut tes Voluntary Counselling and Testing (VCT) secara sukarela.

Kelurahan Gilimanuk dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, selama dua hari sejak Senin (1/9) lalu, melakukan VCT terhadap 28 orang, terdiri dari 24 perempuan dan 4 laki-laki.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menjelaskan, bahwa tes ini bertujuan utama untuk mengantisipasi lonjakan kasus HIV/AIDS di wilayahnya, terutama di area perbatasan.

Mengingat Kelurahan Gilimanuk merupakan pintu gerbang Bali melalui jalur darat.

Aktivitas malam di sana rentan jadi jalur penularan HIV jika tidak diawasi ketat. ”Tujuan kami mengantisipasi lonjakan kasus HIV/AIDS, terutama di Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali,” ujarnya.

Selain tes HIV, skrining ini juga mencakup pemeriksaan penyakit menular lainnya, seperti tuberkulosis (TBC).

Mengenai hasil tes, baik HIV dan TBC, bisa diketahui dalam waktu satu minggu setelah tes dilakukan. Hasil tes akan disampaikan langsung kepada setiap orang yang dites oleh petugas Dinas Kesehatan untuk menjaga kerahasiaan.

Selain Kelurahan Gilimanuk, wilayah yang terdapat kelompok berisiko juga akan dilakukan tes VCT. Seperti daerah Desa Delodberawah yang banyak memiliki tempat hiburan malam.

”Tes HIV rutin kami gelar setiap enam  bulan atau setahun sekali terhadap orang atau kelompok berisiko tinggi,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Jembrana I Gede Ambara Putra.

Mengingat masalahnya, HIV/AIDS di Jembrana mengkhawatirkan. Hingga saat ini, termasuk dengan tambahan 48 kasus baru selama 8 bulan terakhir tahun 2025, kumulatif sebanyak 632 ODHIV, sebanyak 529 orang atau 84 persen yang rutin berobat.

Baca Juga: Sadis! Sopir Mobil Ini Berniat Hilangkan Jejak Kecelakaan, Buang Dua Remaja di Jalan

Dengan tambahan kasus sebanyak 48 kasus dari Januari - Agustus atau sekitar 6 orang setiap bulan, masih ada potensi penularan dan puluhan penderita yang berpotensi menularkan virus tanpa disadari.

”Sebagian besar sudah ditangani. Tapi tantangan terberat adalah mencegah kasus baru,” kata Ambara.

Dinas Kesehatan memang menyiapkan strategi: sosialisasi ke sekolah, mobile VCT di kelompok rentan, sampai skrining ibu hamil.

Pemeriksaan terhadap puluhan pekerja hiburan malam kemarin baru langkah kecil. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi dan pengawasan ketat.

Dalam menekan kasus HIV AIDS Jembrana, perlu adanya sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat setiap kalangan umur.

Seperti sosialisasi bahaya HIV pada siswa, pemuda dan kelompok berisiko, edukasi dan mobile VCT pada kelompok rentan dan populasi kunci.

Selain itu, skrining HIV dan Sifilis pada ibu hamil dan populasi kunci, melakukan penjangkauan, pendampingan dan perawatan ODHIV bersama LSM dan mendekatkan akses layanan tes HIV.

”Dengan pendekatan pelayanan tes bisa lebih cepat diketahui dan diobati,” terangnya.***

Editor : Donny Tabelak
#aids #gilimanuk #hiv #penyakit menular #pekerja hiburan malam #tbc