Bali Dikepung Bencana Banjir, Sektor Ekonomi dan Pariwisata Terancam
Marsellus Nabunome Pampur• Rabu, 10 September 2025 | 22:34 WIB
Salah satu titik banjir di kota Denpasar. Banyak kendaraan milik warga rusak terbawa banjir.
Radarbadung.jawapos.com- Banjir dahsyat menimbulkan kerusakan parah di sejumlah wilayah di Bali.
Hal ini juga menimbulkan dampak secara materil yang berujung mempengaruhi laju perputaran ekonomi.
Pakar ekonomi dan akademisi Universitas Warmadewa Denpasar, Prof.I Made Sara mengatakan, masalah banjir ini adalah tantangan yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang serius dari pemerintah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota.
Serta kesadaran bersama dari seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan dan lingkungan.
Banjir yang melanda Denpasar dan Bali secara umum memiliki dampak yang signifikan, terutama dari sisi ekonomi dan sosial.
Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga merambat ke berbagai sektor.
Kerugian yang ditimbulkan akibat banjir dapat dikategorikan menjadi beberapa hal seperti kerugian materiil, kerugian paling langsung yang terlihat.
Lalu ada juga kerusakan Infrastruktur seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, dan sistem drainase sering kali rusak atau bahkan putus total akibat derasnya arus air. Ini mengganggu mobilitas dan distribusi barang.
”Kerusakan bangunan dan properti seperti rumah, toko, hotel, dan fasilitas umum lainnya terendam atau bahkan roboh. Kerusakan ini memerlukan biaya perbaikan yang besar. Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang mogok atau rusak parah karena terendam banjir," katanya di Denpasar, Rabu (10/9/2025).
Di sektor pertanian, curah hujan tinggi juga menyebabkan lahan pertanian, terutama sawah, terendam banjir yang merusak tanaman dan infrastruktur irigasi.
Akibat bencana ini aktivitas ekonomi di Denpasar dan Bali umumnya juga jadi terhambat.
Aktivitas bisnis, perkantoran, dan kegiatan sehari-hari masyarakat terhenti total. ”Hal ini menyebabkan kerugian pendapatan dan produktivitas," ujarnya.
Bencana alam ini juga berdampak signifikan terhadap beberapa sektor penting lainnya.
Seperti sektor pariwisata, dimana banjir dapat mengganggu aktivitas wisatawan secara langsung.
Akses jalan utama menuju bandara ngurah rai atau destinasi wisata tergenang, menyebabkan kemacetan dan penundaan penerbangan.
”Wisatawan yang menginap di area terdampak tidak dapat beraktivitas di luar hotel. Beberapa bahkan harus dievakuasi menggunakan perahu karet," tambahnya.
Citra destinasi wisata akibat berita tentang banjir juga menurut Made Sara, dapat menurunkan citra Bali sebagai destinasi yang aman dan nyaman.
Hal ini juga erpotensi mengurangi jumlah kunjungan wisatawan di masa mendatang.
”Saya berpendapat, bahwa perlu strategi Pemerintah dan Masyarakat untuk Menjaga Kestabilan ekonomi di tengah ancaman banjir, diperlukan strategi kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat," tandasnya.***
BELIMBING: Bersama tim revalidasi penilaian Geo Park Nasional menuju Geopark UNESCO di Agrowisata Belimbing.(AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO) Editor : Donny Tabelak