Radarbadung.jawapos.com- Sebuah insiden keracunan massal yang melibatkan puluhan siswa di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengejutkan publik.
Diduga kuat penyebabnya adalah saus yang sudah kadaluwarsa sejak Februari 2025 yang tercampur ke dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang mereka konsumsi para siswa.
Kejadian ini menimbulkan keresahan, mengingat program MBG seharusnya menjamin asupan yang sehat dan aman bagi para siswa.
Insiden ini terjadi pada hari Jumat, 20 September 2025 lalu. Para siswa yang menjadi korban berasal dari dua sekolah berbeda, yaitu SDN Taan Galung dan SMP Negeri 1 Tapalang. Setelah menyantap menu MBG yang disajikan, mereka mulai menunjukkan gejala keracunan.
Menurut Mursalim, salah satu orang tua korban, gejala yang dialami para siswa bervariasi.
"Tidak sama semua gejalanya, ada yang awalnya muntah, baru sakit dada, ada juga kayak sesak napas. Ada juga perasaan mau muntah tapi tidak mau, sampai sakit kepala," ujar Mursalim.
Gejala ini membuat panik para orang tua dan pihak sekolah, yang segera melarikan para siswa ke Puskesmas Tapalang untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini ditulis, dua siswa dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kecurigaan mengarah pada saus yang digunakan dalam masakan. Mursalim menjelaskan bahwa setelah ia mengonfirmasi langsung kepada penyedia MBG.
Terungkap bahwa ada saus yang sudah melewati tanggal kadaluwarsanya. "Sausnya kadaluwarsa, tapi tidak semua. Kita sudah konfirmasi ke dapurnya itu," kata Mursalim.
Penyedia makanan menjelaskan bahwa mereka membeli saus dalam jumlah besar, dan salah satu merek yang mereka dapatkan memiliki label kadaluwarsa hingga 2026.
Namun, secara tidak sengaja, ada kemasan saus yang kadaluwarsa lebih awal, yaitu Februari 2025, yang ikut tercampur dan digunakan dalam pengolahan lauk. Kelalaian ini diduga menjadi pemicu utama keracunan yang menimpa para siswa.
Siswa SDN Taan Galung yang dirawat di Puskesmas Tapalang berjumlah 11 orang, setelah lima anak sudah diizinkan pulang usai mendapat pertolongan medis.
Sedangkan keracunan MBG yang sama terjadi di SDN Negeri 1 Tapalang,
"Dua orang pelajar SMP Negeri 1 Tapalang masih dalam keadaan kritis,” kata Kasi Humas Polresta Mamuju Ipda Herman Basir.
"Hingga malam ini pukul 20.45 Wita, jumlah pelajar yang dirawat di rumah sakit atau di Puskesmas Tapalang sebanyak 20 orang," kata Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir.
"Jadi tadi sore tercatat 13 orang dan malam ini bertambah tujuh orang. Terus dua orang dirujuk ke RSUD Mamuju karena dalam keadaan masih kritis," ungkapnya.
"Sementara, empat orang lainnya sudah dipulangkan, karena sudah dianggap, sudah sembuh," ujarnya
Para siswa ini diduga keracunan setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi, tempe, ayam, serta seiris buah semangka.
Kapolsek Tapalang, Iptu H. Mino, membenarkan kejadian ini. Pihaknya bersama dinas terkait sedang melakukan penyelidikan mendalam.
"Saat ini, para siswa yang menjadi korban sedang menjalani perawatan medis intensif di Puskesmas Tapalang," ujar Iptu Mino.
Polisi telah mengamankan sampel makanan dan saus yang tersisa untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Kejadian ini sontak memicu sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis perlindungan anak.
Program Makanan Bergizi Gratis yang digulirkan pemerintah seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kesehatan anak, bukan justru sebaliknya.
Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan evaluasi total terhadap standar keamanan, kualitas bahan baku, dan proses pengolahan makanan dalam program ini.
Pengawasan ketat dan sanksi tegas diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.***