Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

MotoGP Mandalika, Warung Sekitar Sirkuit Diserbu Wisatawan Mancanegara

Acep Tomi Rianto • Minggu, 5 Oktober 2025 | 00:40 WIB
Hernawati, 41, pemilik Rumah Makan Amfana Lombok yang berlokasi strategis di seberang sirkuit Mandalika mengaku warungnya selalu ramai sejak ada event MotoGP.
Hernawati, 41, pemilik Rumah Makan Amfana Lombok yang berlokasi strategis di seberang sirkuit Mandalika mengaku warungnya selalu ramai sejak ada event MotoGP.

Radarbadung.jawapos.com- Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak hanya menyuguhkan aksi balap kelas dunia.

Namun juga menjadi motor penggerak ekonomi riil bagi masyarakat sekitar. Para pemilik warung lokal di kawasan Mandalika dilaporkan menikmati lonjakan omzet yang fantastis.

Bahkan mencapai hampir 90 persen selama periode balapan. Fenomena ini membuktikan bahwa sport tourism adalah formula jitu untuk menghidupkan denyut nadi ekonomi rakyat.

Hernawati,41, pemilik Rumah Makan Amfana Lombok yang berlokasi strategis di seberang sirkuit, adalah salah satu pelaku usaha yang merasakan berkah langsung.

"Alhamdulillah, sejak ada event MotoGP ini, ekonomi masyarakat di sini meningkat pesat. Biasanya kami tutup sore, sekarang sampai harus buka hingga tengah malam karena pembeli tidak putus-putusnya," ujar Hernawati, seperti dikutip dari keterangan resmi yang ada.

Peningkatan omzetnya bukan sekadar kabar angin, ia mencatat kenaikan hingga mendekati 90 persen dibanding hari-hari biasa.

Pelanggannya pun semakin beragam, tak hanya penonton domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang penasaran mencicipi cita rasa otentik masakan lokal.

"Orang bule juga banyak yang datang makan di sini. Semoga event internasional seperti ini terus ada setiap tahun karena dampaknya langsung terasa, khususnya bagi kami para pelaku UMKM lokal," tambahnya.

Dampak positif MotoGP Mandalika ternyata menciptakan efek berantai yang luas. Peningkatan permintaan di warung makan otomatis mendongkrak kebutuhan akan bahan baku lokal.

Baca Juga: Marco Bezzecchi Pecahkan Rekor Sirkuit, Amankan Pole Position MotoGP Mandalika 2025

Siti, pemilik warung nasi lainnya di area bazar Mandalika, mengaku harus menggandakan pasokan hariannya. 

"Di hari biasa saya siapkan 15 kg beras, pekan ini sudah harus siapkan 25 kg sehari. Belum lagi lauk pauk dari ayam, telur, daging, dan sayuran. Orderan meningkat, bahan-bahan lokal yang kami perlukan juga meningkat," jelasnya sumringah.

Selain itu, beberapa usaha lokal bahkan mampu membuka lapangan kerja baru untuk melayani lonjakan pengunjung.

Peningkatan pendapatan ini bukan hanya menyejahterakan pemilik warung, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi yang lebih masif di tingkat desa.

Kesuksesan ini memperkuat komitmen pemerintah dan BUMN, seperti Pertamina dan Injourney, untuk menjadikan Mandalika sebagai pusat sport tourism yang berkelanjutan.

Menurut data yang dirilis, total dampak ekonomi dari perputaran selama gelaran MotoGP Mandalika secara keseluruhan diperkirakan mencapai angka triliunan rupiah, mencakup akomodasi, transportasi, kuliner, hingga suvenir.

Selain omzet, ajang ini juga melibatkan ratusan UMKM lokal yang berpartisipasi dalam bazar resmi.

Direktur Utama Injourney, Maya Watono (dalam konteks laporan tahunan acara), sering menekankan bahwa fokus utama tidak hanya pada suksesnya balapan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal. 

Hal ini terbukti dengan tingginya persentase keterlibatan masyarakat NTB sebagai tenaga kerja, termasuk sebagai marshal yang kini bahkan bisa di-ekspor ke sirkuit internasional lainnya.***

 

Editor : Donny Tabelak
#wisatawan #Pertamina Grand Prix #motogp mandalika #sport tourism #warung