Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Freeport Longsor, 7 Karyawan Kontraktor Ditemukan Tewas Tertimbun Material

Acep Tomi Rianto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:33 WIB
Pencarian korban insiden longsor material basah di area Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi dihentikan.
Pencarian korban insiden longsor material basah di area Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi dihentikan.

Radarbadung.jawapos.com- Operasi pencarian korban insiden longsor material basah di area Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi dihentikan.

Setelah 27 hari bekerja tanpa henti di medan yang sangat sulit, Tim Tanggap Darurat PTFI berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban.
 
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengonfirmasi bahwa tujuh pekerja yang terdampak insiden pada 8 September 2025 tersebut telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 
 
Dengan penemuan lima jenazah pada Minggu lalu (5/10), operasi penyelamatan secara resmi dinyatakan selesai.
 
Baca Juga: Terungkap, Pelaku Pemerkosaan Wanita Disabilitas di Buleleng Ternyata Seorang Kakek

Insiden tragis ini terjadi ketika terjadi luncuran material basah dalam volume besar, diperkirakan mencapai 800 ribu ton, yang menutup beberapa jalur akses di tambang bawah tanah GBC di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.
 
Dua pekerja pertama, Wigih Hartono dan Irawan, telah ditemukan dan dievakuasi lebih dahulu pada Sabtu, 20 September 2025.
 
Tim penyelamat gabungan (termasuk personel dari Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas, dan BPBD) terus berjuang selama lebih dari tiga minggu melawan kondisi lokasi yang menantang.
 
Upaya keras tersebut membuahkan hasil dengan ditemukannya lima jenazah korban terakhir pada 5 Oktober 2025.
 
Baca Juga: Duh, Ternyata Makanan Cepat Saji dapat Merusak Memori Secara Cepat, Ini Kata Ilmuwan
 
Lima korban yang ditemukan di tahap akhir merupakan karyawan dari kontraktor PTFI, PT Redpath Indonesia, yang mencakup pekerja lokal dan ekspatriat.
 
 
Korban yang ditemukan dan telah teridentifikasi secara resmi oleh tim medis bersama pihak Kepolisian adalah, Zaverius Magai (PT Redpath Indonesia), Holong Gembira Silaban (PT Redpath Indonesia, Dadang Hermanto (PT Redpath Indonesia.
 
Seanjutnya, Balisang Telile (Warga Negara Afrika Selatan, PT Redpath Indonesia), Victor Bastida Ballesteros (Warga Negara Republik Chile, PT Redpath Indonesia, Wigih Hartono dan Irawan.
 
Jenazah para korban akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian diantar ke kampung halaman masing-masing, kecuali jenazah Zaverius Magai yang akan dimakamkan di Kuala Kencana, Timika.
 
 
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini.
 
Baca Juga: Desa Wisata di Bali Dorong Lebih Berkualitas dan Melek Digital
 
"Mereka adalah sahabat dan bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. Kehilangan ini membawa duka yang mendalam bagi kita semua," ujar Tony Wenas.
 
Perusahaan memastikan akan memberikan pendampingan penuh bagi seluruh keluarga korban yang telah berpulang, serta menjamin penanganan jenazah dilakukan dengan penuh penghormatan.
 
Tony Wenas juga menegaskan bahwa PTFI akan melanjutkan proses investigasi secara menyeluruh dan transparan untuk mencari penyebab pasti insiden luncuran material basah tersebut. 
 
"Atas nama pribadi dan perusahaan, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September 2025. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan dan ketabahan bagi kita semua," ungkapnya.
 
Hasil dari investigasi ini akan digunakan sebagai dasar untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan keselamatan kerja di masa mendatang, demi memastikan kejadian serupa tidak terulang.
 
Insiden ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para pekerja di sektor pertambangan, terutama di tambang bawah tanah. 
 
Sebelumnya, pada Mei 2013, insiden longsor di area pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan juga menewaskan 28 pekerja.***
DISITA: Seorang perempuan membaca plang penyitaan bangunan milik terduga pelaku TPPU narkotika di Jalan KH Moh. Kholil Bangkalan Senin (6/10).
DISITA: Seorang perempuan membaca plang penyitaan bangunan milik terduga pelaku TPPU narkotika di Jalan KH Moh. Kholil Bangkalan Senin (6/10).
Editor : Donny Tabelak
#Polres Mimika #longsor #freeport