Tragedi Bulan Madu Pengantin Baru di Penginapan, Istri Ditemukan Tewas, Suami Kritis
Acep Tomi Rianto• Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17:05 WIB
Polisi selidiki kasus kematian Pasutri di Solok, Kamis (9/10/2025) lalu.
Radarbadung.jawapos.com– Momen bahagia bulan madu sepasang pengantin baru di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mendadak berubah menjadi duka yang mendalam.
Sang istri, Cindy Desta Nanda, 28, dinyatakan meninggal dunia, sementara suaminya, Gilang Kurniawan,28, berada dalam kondisi kritis.
Keduanya ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan glamping yang mereka sewa di kawasan Alahan Panjang.
Dugaan kuat mengarah pada keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari alat pemanas air mandi atau water heater berbahan bakar gas.
Pasangan Gilang dan Cindy, yang baru menikah sekitar tiga hari, memilih area glamping di tepi Danau Diatas, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, sebagai tempat berbulan madu. Mereka check-in pada Rabu (8/10/2025) siang.
Tragedi ini terungkap pada Kamis (9/10/2025) pagi. Sekitar pukul 07.30 WIB, karyawan penginapan mendatangi kamar pasangan tersebut untuk mengantarkan sarapan.
Panggilan pertama dijawab oleh pasangan itu, yang mengatakan mereka sedang mandi.
Beberapa saat kemudian, karyawan kembali untuk mengantarkan sarapan. Namun, kali ini panggilan mereka tidak mendapat respons.
Merasa curiga, karyawan tersebut memberitahu rekannya, dan mereka memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar.
Pemandangan memilukan ditemukan saat pintu kamar mandi dibuka. Pasangan suami istri itu sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Keduanya segera dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Alahan Panjang.
Sayangnya, Cindy Desta Nanda dinyatakan meninggal dunia setibanya di Puskesmas.
Sementara Gilang Kurniawan dirujuk ke RSUD Arosuka dalam kondisi kritis, kemudian dipindahkan ke Semen Padang Hospital (SPH) Padang untuk penanganan lebih intensif.
Meskipun pihak kepolisian, melalui Kapolsek Lembah Gumanti AKP Barata Rahmat Sukarsih belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian tanpa autopsi, dugaan kuat mengarah pada keracunan gas CO.
Kakak kandung Gilang Kurniawan membeberkan bahwa diagnosa awal dari tim medis RSUD Arosuka dan SPH menunjukkan Gilang mengalami keracunan karbon monoksida.
Keluarga menduga gas beracun tersebut dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna pada alat pemanas air (water heater) yang menggunakan gas dan terletak di dalam kamar mandi yang minim ventilasi.
Berdasarkan foto yang beredar, terlihat water heater dan tabung gas elpiji 12 kg berada di dalam kamar mandi penginapan tersebut.
Penempatan alat berbahan bakar gas di ruang tertutup dan minim sirkulasi udara sangat berisiko menghasilkan gas CO, yang dikenal sebagai 'pembunuh senyap' karena tidak berbau dan tidak berwarna.
Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya telah memerintahkan sterilisasi TKP dengan memasang garis polisi untuk keperluan penyelidikan.
Dari hasil visum luar, Polsek Lembah Gumanti memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban Cindy.
Proses penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti terkendala setelah pihak keluarga Cindy membatalkan permohonan autopsi.
Awalnya, keluarga sempat menyetujui, namun setelah mengetahui prosedur autopsi (pembedahan), keluarga mengurungkan niat tersebut karena alasan kepiluan.
Alhasil, jenazah Cindy Desta Nanda langsung diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan.
Dalam kondisi kritis, Gilang Kurniawan mendapat penanganan intensif. Kabar terbaru menyebutkan kondisinya berangsur membaik.
Bahkan, dalam momen pilu, Gilang yang masih harus menggunakan selang oksigen, sempat menghadiri proses pemakaman sang istri tercinta.
Kisah tragis ini menjadi pelajaran penting mengenai bahaya instalasi water heater berbahan bakar gas di kamar mandi tertutup tanpa ventilasi yang memadai.***
PhotoPhotoKOMITMEN: Rektor UTM Prof Safi dan Ketua Komnas Perempuan Dr Maria Ulfah Anshor berfoto bersama peserta kuliah umum bertajuk Sosialisasi Stop Kekerasan di Lingkungan Kampus Jumat (10/10). Editor : Donny Tabelak