Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Duh, Motor Brebet Massal Usai Isi Pertalite di Jatim, Ada Apa dengan Kualitas BBM Pertamina?

Acep Tomi Rianto • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Salah seorang warga Tuban menunjukkan sampel Pertalite yang tampak keruh dan bercampur endapan (kiri). Motor milik warga mati mendadak usai pengisian bahan bakar tersebut (kanan).
Salah seorang warga Tuban menunjukkan sampel Pertalite yang tampak keruh dan bercampur endapan (kiri). Motor milik warga mati mendadak usai pengisian bahan bakar tersebut (kanan).

Radarbadung.jawapos.com- Sejumlah pengendara sepeda motor di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim), seperti Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Sidoarjo, dan Surabaya, mengeluhkan kondisi motornya yang mendadak brebet (tersendat-sendat).

Selain itu, motor hilang tenaga. Bahkan hingga mogok usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. 

Menanggapi keluhan yang viral ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengambil langkah cepat dengan melakukan pengecekan di lapangan dan menguji sampel BBM di laboratorium.

Keluhan mengenai motor brebet ini mulai mencuat sejak beberapa hari terakhir, utamanya di kawasan Bojonegoro dan Tuban, kemudian meluas ke daerah lain.

Para pengguna mengaku masalah muncul tak lama setelah pengisian Pertalite, dan motor mereka kembali normal setelah BBM dikuras dan diganti dengan Pertamax atau BBM lain.

Seorang mekanik bengkel di Surabaya, Rudi, 49, menyebut motor yang masuk ke bengkelnya menunjukkan gejala serupa.

"Banyak yang mogok, brebet injeksinya. Seperti kehabisan bensin padahal bensinya masih ada. Saya cek bensinya, baunya seperti bensin endapan lama," kata Rudi, Selasa (28/10/2025).

Di Sidoarjo seorang montir bernama Firman membenarkan lonjakan jumlah motor yang masuk dengan keluhan serupa.

"Tiga hari ini banyak motor masuk dengan keluhan sama. Rata-rata Honda BeAT keluaran 2020 ke atas, sistem injeksi. Semua mengaku baru isi Pertalite," ujar Firman, Senin (27/10/2025).

Lebih lanjut, Firman menambahkan temuan yang mencurigakan saat menguras tangki.

"Bau BBM-nya aneh, kayak bau buah pepaya busuk. Kami juga coba bandingkan dengan Pertalite lain, baunya memang beda," ungkapnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh pengguna Pertalite yang kemudian motornya kembali normal setelah BBM dikuras dan diganti dengan Pertamax.

Dicky, salah seorang pengguna motor di Surabaya, menceritakan pengalamannya.

"Saya kira motor saya yang rusak, disuruh ganti busi, habis ganti sempat bagus. Terus waktu saya pakai jalan, malah makin parah. Bahkan sempat mati motor saya. 

Akhirnya saya pakai Pertamax, dan setelah ganti bisa jalan lagi dan normal. Tapi ini masih ada brebetnya sedikit,” kata Dicky, Minggu (26/10/2025). 

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merespons cepat keluhan masyarakat dengan mengirim tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel BBM dari tangki penyimpanan di SPBU yang dilaporkan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi ketidaksesuaian standar kualitas atau dugaan kontaminasi pada BBM Pertalite yang disalurkan.

Ahad, perwakilan dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan investigasi menyeluruh.

"Kami mengimbau masyarakat agar gunakan BBM secara bijak. Pertamina memastikan seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan ketat, dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi," kata Ahad.

Terkait dugaan masalah kualitas, ia menyampaikan langkah konkret perusahaan.

"Memang ada beberapa informasi yang kami terima dari lapangan. Tapi itu kita sambil cek apakah pengiriman bersimpul dari terminal yang sama atau beda terminal. Kami menunggu hasil uji lab untuk memastikan adanya dugaan ketidaksesuaian spek," jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan layanan pelanggan, Pertamina juga telah membuka tiga titik posko pengaduan di wilayah yang paling banyak melaporkan keluhan, yaitu di Bojonegoro dan Tuban, untuk melayani masyarakat yang kendaraannya terdampak. 

Posko ini bertujuan untuk mencatat keluhan, mengumpulkan data, dan memfasilitasi penanganan lebih lanjut, termasuk rencana kompensasi atau perbaikan.

"Setelah pengujian tadi selesai nanti bisa ada mekanismenya apakah ada bengkel yang ditunjuk untuk masyarakat," ucap Ahad, menekankan bahwa masyarakat yang motornya bermasalah diimbau untuk kembali dan melaporkan ke SPBU tempat mereka melakukan pengisian.***

 

(Dari kiri) Anggota Komisi C DPRD Tulungagung Dio Jordy Alvian, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, dan Rektor UIN SATU Tulungagung Abdul Aziz di acara Deklarasi Kesehatan Mental.
(Dari kiri) Anggota Komisi C DPRD Tulungagung Dio Jordy Alvian, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, dan Rektor UIN SATU Tulungagung Abdul Aziz di acara Deklarasi Kesehatan Mental.
Photo
Photo
Editor : Donny Tabelak
#bbm #honda beat #pertamina #pertamax #spbu #Motor brebet setelah isi Pertalite