Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Catat! OJK Kaji Peluang Relaksasi Kredit untuk Korban Banjir Bandang Sumut

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 2 Desember 2025 | 16:05 WIB
 
 
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar (tengah) usai pembukaan OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025, di The Meru Sanur, Denpasar Selatan, Senin (1/12).
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar (tengah) usai pembukaan OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025, di The Meru Sanur, Denpasar Selatan, Senin (1/12).
 
Radarbadung.jawapos.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji kemungkinan pemberian bantuan atau relaksasi kredit bagi masyarakat yang terkena banjir bandang di Sumatra Utara.
 
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar kepada media usai pembukaan OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025, di The Meru Sanur, Denpasar Selatan, Senin (1/12) pagi.
 
Dia mengatakan, rencana ini sedang dilakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk juga perusahaan pembiayaan atau juga perbankan.
 
”Terkait dengan bencana di Sumatera Utara, sedang dilakukan asasment mengenai dampaknya terkait dengan klaim baik asuransi yang terjadi secara menyeluruh untuk dilakukan koordinasi," katanya.
 
Baca Juga: Korupsi Ratusan Miliar Terjadi di LPD Desa Adat Mambal, Modusnya Pakai Kredit Fiktif
 
Lanjut dia, terkait hal ini pihaknya juga sedang berkoordinasi apakah nantinya pemberian relaksasi ini dilakukan oleh perbankan atau bidang pembiayaan atau juga pihak lain yang berhubungan.
 
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Mahendra Siregar menyebut acara OECD Asia Roundtable on Digital Finance 2025 yang menghadirkan kurang lebih 30 pemateri ini juga membuka peluang Indonesia untuk menjadi anggota OECD makin terbuka.
 
”Ini penting bagi kita karena Indonesia dalam proses menjadi anggota OECD," sebutnya.
 
Melalui event OECD Asia Roundtable Digital Finance 2025, menurut dia bisa menjadi ajang diskui, bertukar pikiran dan gagasan hingga referensi.
 
Baca Juga: Heboh, WNA Prancis Otaki Peredaran Narkotika di Bali, Libatkan WNA Amerika Serikat
 
Potensi Indonesia yang saat ini di ambang proses menjadi anggota OECD juga bisa semakin kuat. Sehingga event ini penting untuk pengembangan berbagai aspek keuangan digital, baik di Indonesia sendiri maupun kawasan Asia.
 
Sementara itu, dalam sambutannya secara virtual, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mempertegas komitmen Indonesia pada peningkatan transformasi digital.
 
Salah satu bentuk dari komitmen ini adalah melalui keanggotaan Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD).
 
Airlangga menyebut, pada tingkat regional, Indonesia mendorong integarsi digital melalui ASEAN DEFA, yang diproyekai menciptakan ekonomi digital regional.***
Editor : Donny Tabelak
#relaksasi kredit #airlangga hartarto #ojk #banjir bandang sumatera