Radarbadung.jawapos.com- Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, tercatat ada 211 kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Buleleng.
Parahnya, mayoritas penderita berada di usia produktif. Sementara sejumlah pasien dilaporkan menghilang setelah didiagnosis.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, dari total 211 kasus baru, tercatat 63 kasus di kelompok usia 20–29 tahun, kemudian 50 kasus di usia 40-49 tahun, dan 47 kasus di kelompok 30–39 tahun.
Ada juga 26 orang penderita berusia 50–59 tahun, sedangkan 12 kasus di rentang usia 15–19 tahun.
Secara keseluruhan, laki-laki mendominasi dengan 134 kasus, sementara perempuan 77 kasus.
”Peningkatan koordinasi antar instansi pemerintah dan mitra kerja terus dilakukan. Bahkan di puskesmas dan rumah sakit, yang memiliki layanan HIV, kami siagakan untuk memberikan pelayanan,” ujar Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto pada Rabu (3/12).
Dinkes Buleleng menyebut, dalam lima tahun terakhir, temuan kasus baru tertinggi terjadi pada 2023 yakni mencapai 259 kasus, disusul 2022 sebanyak 221 kasus, dan 2021 dengan 139 kasus.
Sedangkan pada Oktober 2025, temuan baru terdiri dari 14 kasus HIV dan tujuh kasus AIDS.
Sementara di Januari ada 16 kasus AIDS. Juli menjadi bulan terbanyak ditemukan kasus HIV, yakni 17 kasus.
Jumlah kumulatif Orang Dengan HIV (ODHIV) saat ini mencapai 2.608 orang. Dari jumlah itu, 1.924 orang telah mengetahui statusnya, dan 996 orang tengah menjalani pengobatan.
Parahnya ada penderita yang menghilang, usai menerima diagnosis. Tentu faktor risiko HIV/AIDS mulai dari heteroseksual, homoseksual hingga biseksual.
”Jumlah pasien HIV/AIDS yang meninggal meskipun telah menjalani terapi ART mencapai 96 orang. Sedangkan yang meninggal sebelum menjalani antiretroviral therapy sebanyak 45 orang,” ungkap kepala Dinkes Buleleng itu.
Sucipto mengimbau masyarakat Buleleng untuk meningkatkan kesadaran, melakukan pemeriksaan dini, dan tidak menunda pengobatan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.***
Editor : Donny Tabelak