Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Presiden Prabowo Kunjungi Daratan Gayo, Bardan Saidi Sebut Presiden Datang Derita Rakyat Belum Berakhir

Rizki Maulizar • Selasa, 16 Desember 2025 | 23:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto datang ke daratan Tanoh Gayo mendapatkan kritik pedas dari salah satu tokoh masyarakat Gayo.
Presiden Prabowo Subianto datang ke daratan Tanoh Gayo mendapatkan kritik pedas dari salah satu tokoh masyarakat Gayo.
Radarbadung.jawapos.com- Kunjungan Presiden Prabowo yang disambut hangat ratusan masyarakat dan pejabat daerah yang berlangsung hampir tiga pekan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kawasan di Aceh Tengah dan Bener Meriah. 
 
Setiba di lokasi Teriakan “Prabowo! Prabowo!” menggema di halaman masjid. Warga bahkan memanjat pagar sambil melambai dan memanggil Presiden. 
 
Sejumlah masyarakat terlihat berdiri berdesakan untuk mendekat dan berebut menyalami dalam kunjungan tersebut.
 
Saat Presiden berdiri di atas mobil, lalu ketika turun, ada warga yang berusaha memeluknya.
 
Ada pula yang mencium tangannya sambil meneteskan air mata—sebuah gambaran kuat betapa besar harapan masyarakat.
 
Tokoh Masyarakat Gayo, Bardan Saidi melontarkan kritik pedas terhadap kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah dataran tinggi Tanoh Gayo, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang terdampak banjir dan tanah longsor. 
 
Baca Juga: Berawal dari Pinjam Uang, Muncul Niat Jahat Pria Bertato Ini hingga Membunuh Lansia 73 Tahun
 
Menurutnya, kehadiran Presiden tidak serta-merta mengakhiri penderitaan masyarakat Gayo yang hingga kini masih bergelut dengan dampak bencana.
 
“Bukan berarti setelah Presiden Prabowo datang, derita rakyat Gayo telah berakhir,” tegas Bardan, menanggapi kunjungan Presiden bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke wilayah tersebut.
 
Namun, Bardan menilai, kehadiran orang nomor satu di Republik Indonesia seharusnya menjadi titik awal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan sekadar agenda seremonial.
 
Ia menekankan, masyarakat korban bencana masih membutuhkan langkah konkret, mulai dari pemulihan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga kepastian tempat tinggal yang layak. 
 
“Momentum ini seharusnya digunakan untuk memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi benar-benar berjalan, bukan sekadar ajang foto dan swafoto,” ujarnya.
 
Bardan berharap pemerintah pusat tidak berhenti pada kunjungan simbolik, melainkan menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat dengan kebijakan dan tindakan yang berkelanjutan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih pascabencana.***
Editor : Donny Tabelak
#aceh tengah #Gayo #bener meriah #Presiden Prabowo #tanah longsor #bencana banjir