Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Virus Nipah Merebak di India, Diskes Bali Ingatkan Warga Hati- hati Konsumsi Buah Terkontaminasi Kelelawar

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:19 WIB
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti beri keterangan terkait virus Nipah.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti beri keterangan terkait virus Nipah.
 
Radarbadung.jawapos.com– Virus Nipah kembali menjadi perhatian pemerintah provinsi Bali, setelah informasinya ditemukan di India.
 
Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait konsumsi buah yang berpotensi terkontaminasi air liur kelelawar.
 
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.
 
Meski demikian, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti menegaskan, hingga saat ini kondisi Bali masih aman dan belum ditemukan kasus Virus Nipah.
 
“Virus Nipah ini merupakan penyakit zoonosis, artinya penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularannya bisa melalui hewan, dan dalam beberapa kondisi juga bisa antarmanusia,” ujar dr. Raka Susanti, Kamis kemarin (29/1).
 
Ia menjelaskan, kasus besar Virus Nipah pernah terjadi di Malaysia pada periode 1998–1999. Saat itu, penularan virus terjadi dari babi ke manusia sehingga pemerintah setempat melakukan pemusnahan besar-besaran terhadap ternak babi.
 
 
“Waktu itu sampai dilakukan pemusnahan banyak babi, karena virusnya ada pada babi dan dapat menularkan ke manusia,” katanya.
 
Untuk antisipasi pencegahan penularan, Dinkes Bali mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
 
Di antaranya dengan rutin mencuci tangan serta menghindari konsumsi makanan yang tidak dimasak dengan sempurna.
 
“Terutama rajin mencuci tangan dan tidak mengonsumsi makanan setengah matang,” ujarnya.
 
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi buah, terutama buah yang terbuka dan berpotensi terkontaminasi air liur kelelawar.
 
Meski belum ditemukan kasus di Bali, tapi kewaspadaan tetap dilakukan.
 
Termasuk melalui pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Bali.
 
“Kami juga bekerja sama di pintu masuk wilayah Bali dengan Balai Besar Karantina Kesehatan, karena sejauh ini kasusnya masih ditemukan di luar Indonesia,” jelasnya.
 
 
Dinkes Provinsi Bali juga  berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan.
 
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, Virus Nipah hingga kini belum ditemukan pada ternak babi di Indonesia.
 
“Dari informasi penelitian yang sudah ada, virus ini belum ditemukan pada babi di Indonesia,” ujar Raka. 
 
Raka Susanti menambahkan, Virus Nipah tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti radang paru-paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis).
 
Tingkat kematian akibat virus ini juga tergolong tinggi.
 
“Case fatality rate-nya cukup tinggi, berkisar antara 47 persen hingga 75 persen berdasarkan data yang ada,” jelasnya.
 
Lebih jauh dijelaskan, masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari, bahkan dalam beberapa kasus dapat mencapai 45 hari.
 
Selain penularan dari hewan ke manusia, virus ini juga berpotensi menular antarmanusia melalui droplet.
 
Dinkes Bali juga telah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan pelayanan khusus bagi pasien positif Nipah.
 
Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, disebut siap menangani apabila ditemukan kasus.
 
“Di Bali ada 120 puskesmas, masing-masing kabupaten/kota juga memiliki RSUD, ditambah rumah sakit swasta yang sudah siap dengan ruang isolasi dan tenaga medis. Kami yakin semuanya siap, meskipun hingga saat ini belum ada obat khusus untuk Virus Nipah,” pungkasnya.***
 
Editor : Donny Tabelak
#babi #virus nipah #india #diskes bali #kelelawar