Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Teror Kantor BPJS Denpasar Sarat Muatan Politik, Direktur LABHI Bali Ariel Suardana: Sudah Direncanakan Matang

I Wayan Widyantara • Senin, 23 Februari 2026 | 15:14 WIB

Direktur LABHI Bali, I Made 'Ariel' Suardana kritik kinerja kejaksaan Bali.
Direktur LABHI Bali, I Made 'Ariel' Suardana kritik kinerja kejaksaan Bali.

Radarbadung.jawapos.com– Aksi penyerangan terhadap Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Denpasar pada Sabtu (21/2/2026) malam lalu bukanlah tindak kriminal biasa, melainkan sarat muatan politik.

Hal itu ditegaskan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) Bali, I Made “Ariel” Suardana atau akrab disapa IMAS, dalam wawancara pada Senin (23/2).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita itu melibatkan sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang mengenakan helm dan masker.

Mereka datang menggunakan sepeda motor, memasang dua spanduk bertuliskan “Walikota Pembohong” di pintu masuk dan keluar kantor, serta melempari area depan dengan batu kecil.

Namun, tidak ada kerusakan berarti atau pecahnya kaca bangunan, dan pelayanan BPJS tetap berjalan normal.

Baca Juga: Perempuan Dibegal Berujung Tewas di TKP, Tiga Residivis Pencuri Diringkus Polisi Badung

Menurut IMAS, peristiwa tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks politik terkini, termasuk pelaporan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ke Mabes Polri yang muncul dua hari sebelumnya.

Ia mengungkapkan kejanggalan mengapa pelaku memilih kantor BPJS bukan kantor wali kota padahal spanduk yang dipasang menyasar figur Jaya Negara.

“Kalau kita lihat subyek yang berhadapan adalah Saifullah Yusuf (Mensos) dengan Jaya Negara. Kenapa pelaku tidak melempar kantor Wali Kota Denpasar sekaligus memasang spanduknya? Pesannya pasti lebih langsung,” ujar IMAS.

Ia menilai pola aksi tersebut menunjukkan adanya perencanaan matang, dan ia meragukan jika pelaku merupakan kelompok anak muda atau geng motor yang bertindak spontan.

IMAS juga membandingkannya dengan kasus perusakan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa beberapa tahun lalu yang hingga kini belum terungkap pelakunya.

“Kalau polisi gagal mengungkap pelaku dan motifnya, jelas orangnya terlatih. Tujuan mereka kemungkinan ingin mempertahankan isu atau menjadikan konflik antara wali kota dan menteri berkembang ke arah politik yang lebih akut,” jelasnya.

IMAS menambahkan, aksi semacam itu berpotensi meningkatkan ketegangan politik di Denpasar, namun justru bisa mendatangkan simpati publik terhadap Wali Kota Jaya Negara.

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa menyatakan kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa batu dan spanduk, serta tengah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap motif dan identitas pelaku.***

Editor : Donny Tabelak
#bpjs kesehatan #wali kota denpasar #I Gusti Ngurah Jaya Negara #Ariel Suardana #politik