Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Imbas Konflik Israel-Iran, Penerbangan ke Timur Tengah Terganggu, Penumpang Kebingungan di Bandara Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 3 Maret 2026 | 06:32 WIB

Penumpang tujuan maupun berasal dari kawasan Timur Tengah terlihat kebingungan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat gangguan hingga pembatalan jadwal penerbangan pasca perang Iran-Israel.
Penumpang tujuan maupun berasal dari kawasan Timur Tengah terlihat kebingungan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat gangguan hingga pembatalan jadwal penerbangan pasca perang Iran-Israel.

Radarbadung.jawapos.com– Konflik yang berkecamuk antara Israel dan Iran telah mulai memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata dan transportasi udara Bali.

Senin kemarin (2/3), sejumlah penumpang tujuan maupun berasal dari kawasan Timur Tengah terlihat kebingungan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat gangguan hingga pembatalan jadwal penerbangan.

Maskapai yang melayani rute ke wilayah tersebut, seperti Qatar Airways, telah  mengambil langkah antisipasi dengan membuka meja layanan khusus untuk menangani keluhan dan kebutuhan penumpang terdampak.

Selain pada sektor penerbangan, dampak konflik juga dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata akomodasi.

Ketua Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA), I Kadek Adnyana, mengungkapkan bahwa tingkat pembatalan pemesanan villa oleh wisatawan dari pasar Eropa dan Timur Tengah mencapai sekitar 20 hingga 30 persen sejak konflik berkembang.

“Pembatalan terjadi karena adanya penutupan jalur penerbangan di beberapa negara akibat situasi konflik yang belum jelas akhir akhirnya,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Gerebek 'Apotek' Sabu di Pelosok Hutan Desa Tigawasa, Pelakunya Terancam 20 Tahun Bui

Merespons kondisi tersebut, Anggota Komite III DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) pelayanan yang dibentuk secara bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Tujuan satgas ini adalah untuk memberikan informasi yang jelas serta pelayanan yang memadai bagi wisatawan yang terjebak di Bali akibat ketidakpastian jadwal penerbangan.

“Hal ini bukan hanya tentang menjaga citra destinasi, tetapi juga bagian dari komitmen kita sebagai destinasi pariwisata budaya yang peduli terhadap tamu kita,” ujar mantan Wali Kota Denpasar tersebut.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk India ini juga mengingatkan pada pembatalan massal kunjungan wisatawan yang terjadi pada masa Perang Teluk tahun 1991.

Mengingat sulitnya memprediksi akhir konflik Israel-Iran, dia menekankan pentingnya seluruh komponen pariwisata Bali bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk memikirkan kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang banyak berada di kawasan Timur Tengah.

“Semua aspek harus kita antisipasi sejak dini agar dampaknya bisa diminimalkan,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Rai Mantra #dpd ri #qatar airways #bandara ngurah rai #Israel #penerbangan terganggu #konflik timur tengah #Perang Iran Amerika