Radarbadung.jawapos.com- Operasional penyeberangan lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk akan ditutup sementara pada Hari Raya Nyepi 2026.
Penutupan dari arah Ketapang menuju Gilimanuk akan dimulai 12 jam lebih awal dibandingkan arah sebaliknya, dengan kondisi khusus karena tahun ini perayaan suci bersamaan dengan puncak arus mudik lebaran yang berpotensi menyebabkan antrean kendaraan.
Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk Didi Juliansyah menyatakan bahwa semua persiapan mulai dari regulasi hingga teknis pelaksanaan sudah siap.
Penutupan operasional ini bersifat wajib dan telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Balik Angkutan Lebaran 2026.
"Penutupan layanan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk dimulai lebih dulu, tepatnya Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB dan akan dibuka kembali Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB," jelasnya.
Sementara itu, penutupan arah Gilimanuk menuju Ketapang dimulai Kamis (19/3) pukul 05.00 WITA dan dibuka kembali pada pukul yang sama pada hari berikutnya.
"Jadi penutupan dari Ketapang lebih lama sekitar 12 jam dibandingkan dari Gilimanuk," tambahnya.
Mengantisipasi kemungkinan antrean, terutama untuk kendaraan yang akan keluar Bali dari Gilimanuk, pihak terkait telah menyusun sejumlah langkah.
Di antaranya adalah penerapan sistem penundaan perjalanan (elaying system), screening tiket, serta pemanfaatan Terminal Kargo Gilimanuk sebagai buffer zone dan pusat parkir kedua.
"Kendaraan akan diarahkan melalui gang tengah pemukiman menuju pelabuhan. Selain itu, buffer zone juga disiapkan di UPPKB Cekik, ruas jalan akses Dermaga LCM Gilimanuk, PDC Gilimanuk PT Agung Automall, dan Gudang Utama Suzuki Bali untuk pembatasan operasional angkutan barang," ujar Didi.
Untuk memaksimalkan pelayanan, sebanyak 54 kapal reguler yang tersedia akan dioperasikan hingga 30 unit setiap hari.
"Seluruh sarana dan prasarana sudah siap. Kami hanya berharap cuaca mendukung agar operasional penyeberangan tidak terganggu pada masa mudik," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak