Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Proyek Kereta Bali Mandek, Menhub Bangun Water Taxi Rp1,21 Triliun, Target Rampung Juli 2027

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 10 April 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi, proyek water taxi atau taksi laut senilai Rp1,21 triliun untuk mengurai kemacetan di Bali. Menteri Perhubungan berencana membuat skema water taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu. (Ai)
Ilustrasi, proyek water taxi atau taksi laut senilai Rp1,21 triliun untuk mengurai kemacetan di Bali. Menteri Perhubungan berencana membuat skema water taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu. (Ai)
Radarbadung.jawapos.com– Rencana pembangunan transportasi massal berbasis rel seperti LRT, MRT, maupun ART di Bali saat ini masih terganjal minimnya minat investor.

Sebagai solusi alternatif, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan proyek water taxi atau taksi laut senilai Rp1,21 triliun untuk mengurai kemacetan.
 
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan hal tersebut saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu (8/4).
 
Menhub menjelaskan, skema water taxi memanfaatkan kondisi geografis Bali untuk mengurangi beban lalu lintas di daratan.

Rute yang direncanakan akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan wisata padat seperti Kuta, Seminyak, Canggu, hingga Uluwatu.
 
"Pengembangan water taxi itu solusi alternatif mengintegrasikan darat, laut, dan udara untuk mengurangi kepadatan khususnya di Kabupaten Badung," ujar Dudy.
 
Sistem ini dinilai lebih ramah lingkungan dan sangat efisien.

Waktu tempuh dari bandara menuju destinasi wisata diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan darat yang bisa memakan waktu hingga dua jam karena macet.
 
"Menggunakan water taxi, perjalanan dapat ditempuh maksimal 30 menit," tegasnya.
 
Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan pada Agustus lalu terhadap 1.271 responden, kawasan Canggu menjadi salah satu dari tiga destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hal ini menjadi alasan kuat pemilihan titik lokasi dermaga.

Total estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1,21 triliun.

Mengingat kondisi perairan yang ekstrem, pembangunan akan dilengkapi breakwater (penahan gelombang) di tiga titik dermaga utama, yaitu Bandara Ngurah Rai, Pantai Sekeh, dan Pantai Berawa, Canggu.
 
Proyek ini direncanakan mulai digarap Januari 2026 dengan tahap konstruksi dimulai Agustus 2026 dan ditargetkan selesai Juli 2027.

Pengoperasiannya akan dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dan saat ini masih dalam penyusunan studi Detailed Engineering Design (DED).
 
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus juga menanyakan progres rencana pembangunan kereta api di Bali.

Menhub mengakui, hingga saat ini belum ada investor yang bersedia melanjutkan proyek tersebut.
 
"Memang sebelumnya ada minat, namun sampai saat ini belum ada investor yang mau membicarakan kembali pengembangan kereta. Kami tetap mencoba menawarkan, namun itulah sebabnya kami hadirkan solusi water taxi sebagai jembatan sebelum investor masuk," pungkas Dudy.***

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #kementerian perhubungan #dpr #kereta lrt #taxi