Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Presiden Prabowo Absen Lagi di Pembukaan PKB, De Gadjah: Komitmen untuk Bali Tak Diukur dari Kehadiran

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB
SAMPAIKAN: Penyataan resmi Presiden RI Prabowo Subianto melalui kanal  Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (29/8/2025).
Presiden RI Prabowo Subianto kembali tak menghadiri pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026. Hal ini kembali menjadi sorotan dan pertanyaan di tengah masyarakat. (Foto dok) 

Radarbadung.jawapos.com– Ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 kembali menjadi sorotan dan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat ajang ini merupakan perhelatan budaya tahunan yang sangat bergengsi.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya yang akrab disapa De Gadjah menyatakan bahwa ketidakhadiran Presiden dipicu oleh tugas kenegaraan yang harus diprioritaskan.

Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri rangkaian acara pelepasan pawai atau Peed Aya PKB ke-48 di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Sabtu (13/6).

“Sebagai Presiden Republik Indonesia, tentu Bapak Presiden memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Kita hormati dan pahami bersama,” ujarnya.

De Gadjah mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menimbulkan penafsiran yang tidak perlu terkait hal tersebut.

Ia menegaskan bahwa hubungan Presiden Prabowo dengan masyarakat Bali tetap terjalin baik, dan perhatian serta dukungan pemerintah pusat terhadap Pulau Dewata tidak berkurang sedikit pun.

“Yang terpenting, jangan sampai ketidakhadiran beliau dalam satu acara memunculkan persepsi yang keliru. Hubungan Presiden dengan Bali tetap baik, komitmen dan perhatiannya pun tetap ada,” tegasnya.

Ia melanjutkan, kehadiran Presiden tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh peserta dan penonton.

Namun demikian, perhatian nyata terhadap Bali tidak bisa dinilai hanya dari hadir atau tidaknya di satu kegiatan saja.

“Mari kita hormati tugas kenegaraan Presiden, dan bersama-sama fokus menyukseskan Pesta Kesenian Bali sebagai kebanggaan masyarakat Bali sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia,” ajaknya.

Menurut mantan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu, PKB merupakan agenda budaya yang strategis.

Selain berfungsi sebagai sarana melestarikan seni dan warisan leluhur, ajang ini juga turut menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke kancah nasional maupun internasional.

Ia juga berharap perhelatan kali ini dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, menjaga keharmonisan, serta memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat Bali.

“Fokus kita adalah menyukseskan acara ini, bukan memperdebatkan hal yang bisa mengurangi maknanya. Mari kita nikmati, jaga, dan sukseskan PKB dalam suasana yang damai dan penuh kekeluargaan. Budaya harus menjadi pemersatu, bukan ruang untuk memperbesar perbedaan,” tutup De Gadjah.

Sebagai informasi, PKB ke-48 Tahun 2026 secara resmi dibuka pada Sabtu (13/6) dengan mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”.

Perhelatan ini diikuti seluruh kabupaten dan kota di Bali, menampilkan beragam pertunjukan seni, pawai budaya, pameran, lomba, serta kegiatan kebudayaan lainnya.***

Editor : Donny Tabelak
#pesta kesenian bali #De Gadjah #budaya #presiden prabowo subianto #pkb