Radarbadung.jawapos.com– Mantan Penatua sekaligus mantan anggota majelis GPIB Maranatha Denpasar, Naldi Saban, menyayangkan belum adanya keseriusan dalam merealisasikan pencarian lahan pembangunan gereja bagi Bakal Jemaat (Bajem) Tabanan.
Menurut Naldi, upaya pencarian lahan sejatinya sudah dilakukan dan dibantu oleh tim pengadaan lahan di Bajem Tabanan.
Namun hingga saat ini belum ada realisasi nyata.
Ia pun mempertanyakan siapa oknum yang dinilai mempersulit serta tidak mengakomodir program tersebut.
“Saya pribadi tegas menyatakan bahwa ratusan jemaat di Tabanan menghendaki adanya lembaga gereja GPIB Tabanan yang nantinya bisa berdiri mandiri. Namun sampai hari ini, belum ada realisasi baik dari GPIB Maranatha Denpasar maupun Sinode di Jakarta,” ujar Naldi Saban.
Ia juga mempertanyakan hal apa yang sesungguhnya terjadi di kalangan pejabat GPIB Maranatha Denpasar, yang dinilai tidak berjuang sungguh-sungguh untuk mencari lahan di Tabanan.
“Ada apa sebenarnya?” tanyanya.
Di tempat terpisah, Ketua Tim Pengadaan Lahan Gereja Bajem Tabanan, Gustaf Sunbanu, menambahkan agar pengurus pusat GPIB Maranatha Denpasar tidak hanya melontarkan program tanpa mempertimbangkan keinginan ratusan jemaat di Tabanan.
“Saya sendiri pernah menjadi koordinator sektor pertama pada 2016, saat itu bernama Sektor Sharon beranggotakan 22 Kepala Keluarga. Kini telah berkembang menjadi Bakal Jemaat Tabanan. Saya berharap program GPIB Maranatha Denpasar segera terealisasi,” ujar Naldi yang juga berprofesi sebagai pengacara.
Lebih lanjut ia berharap tidak ada kepentingan politik yang menghalangi perkembangan Bajem Tabanan, di bawah bayang-bayang aturan gereja maupun kewenangan pihak tertentu.
Ia menyampaikan perumpamaan: “Ibarat anak yang beranjak dewasa lalu dilepas orang tuanya, kewajiban orang tua adalah membimbing hingga dewasa lahir dan batin, serta memiliki rumah sendiri. Dalam konteks ini, rumah ibadah adalah kebutuhan mutlak bagi ratusan bahkan ribuan jemaat di Tabanan ke depannya.”
Naldi berharap Sinode selaku lembaga tertinggi GPIB dapat turun langsung menyaksikan kebutuhan nyata jemaat Bajem Tabanan.
“Setiap pernyataan yang saya sampaikan adalah kerinduan dan doa dari seluruh jemaat Bajem Tabanan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari GPIB Maranatha Denpasar.**
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung