Kemacetan Bali dan Lingkungan Jadi Fokus, Tol Mengwi–Gilimanuk Siap Tender Akhir Tahun

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri pengembangan wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7) pagi. (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri pengembangan wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7) pagi. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin rapat koordinasi tingkat menteri pengembangan wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7).

Rapat menyoroti kemacetan, kerusakan lingkungan, serta kelanjutan proyek infrastruktur strategis.

Hadir dalam pertemuan ini Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, serta pejabat berbagai kementerian dan lembaga.

Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster, kepala daerah terkait, dan jajaran Pemprov Bali.

Kemacetan parah yang sempat menjadi sorotan nasional saat momen libur berdekatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi perhatian utama.

AHY menegaskan penanganan tidak boleh menunggu masalah menjadi viral.

“Kita harus siapkan solusi konektivitas matang, karena lonjakan pengunjung tak hanya memadatkan jalan, tapi juga menekan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Selain lalu lintas, AHY juga menyoroti krisis air bersih, pencemaran air, abrasi pesisir, serta alih fungsi lahan pertanian.

Ia menegaskan tata ruang harus menjadi panglima pembangunan: “Lahan produktif terutama sawah wajib dipertahankan. Pembangunan asal-asalan justru memicu bencana.”

Untuk mengurai kemacetan penyeberangan, AHY meminta Kementerian Perhubungan segera meningkatkan kapasitas Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang, sekaligus mengoptimalkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai jalur alternatif.

Peningkatan armada kapal, evaluasi sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), rekayasa lalu lintas berkala, serta pengembangan transportasi umum dan layanan pengumpan (feeder) di Denpasar, Badung, dan Gianyar juga menjadi langkah prioritas.

Terkait rencana pembangunan Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk yang sempat mangkrak, AHY menyatakan telah dibahas bersama Komisi V DPR.

Wakil Menteri PUPR memastikan proyek tetap berjalan bertahap, dengan target proses tender berlangsung akhir tahun ini.

Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar menjelaskan trase tol sepanjang 96,8 km dibagi tiga seksi.

Fokus pengerjaan 2025–2029 diarahkan pada Seksi Pekutatan–Soka dan Soka–Mengwi sepanjang 35,52 km.

Saat ini kajian teknis dan EPS sedang dirampungkan hingga 2026, dilanjutkan dengan penyusunan dokumen pengadaan tanah, AMDAL, dan Andalalin sebelum pengelola jalan tol ditetapkan.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
ahy gubernur bali macet agus harimurti yudhoyono Tol Gilimanuk Mengwi