Di Balik Seragam Polisi, Bripka Pande Ukir GWK 2,3 Meter Jadi Primadona Pameran di Jakarta

Andre Sulla • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:11 WIB
Bripka Pande Made Ari Sudewa, anggota Ditresnarkoba Polda Bali, berpose di samping patung GWK setinggi 2,3 meter hasil karyanya yang dipamerkan di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, JICC Jakarta.(Istimewa)
Bripka Pande Made Ari Sudewa, anggota Ditresnarkoba Polda Bali, berpose di samping patung GWK setinggi 2,3 meter hasil karyanya yang dipamerkan di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, JICC Jakarta.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Pengabdian anggota Polri tak hanya terwujud lewat patroli, pengamanan, dan penegakan hukum.

Bripka Pande Made Ari Sudewa, S.H., anggota Ditresnarkoba Polda Bali, membuktikan bakat seninya dengan menghadirkan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) setinggi 2,3 meter yang menjadi ikon stan Bhayangkari Daerah Bali di panggung nasional.
 
Pria asal Desa Junjungan, Ubud, Gianyar ini memamerkan karyanya dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026 yang berlangsung 21–25 Juli 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Patung megah itu langsung menyita perhatian pengunjung, menjadi spot favorit untuk berfoto, dan menjadikannya daya tarik utama stan Bali.
 
Bazar ini menampilkan ratusan produk UMKM binaan Bhayangkari seluruh Indonesia, mulai dari wastra, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah.

Pembuatan patung GWK ini merupakan permintaan khusus Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Didit Daniel Adityajaya. Bagi Bripka Pande, kepercayaan ini sekaligus kehormatan dan tantangan besar.
 
Bukan kali pertama ia menciptakan karya monumental; sebelumnya ia juga sukses membuat patung GWK di Garuda Camp, Afrika Tengah.

Pengalaman itu menjadi modal berharga, meski ia harus membagi waktu antara tugas kepolisian dan berkarya.

Pengerjaan patung memakan waktu dua bulan bersama tiga rekannya: Agus Swardita, Made Sugita, dan Gusti Bernat.
 
Perjalanan karya ke Jakarta tak mulus: truk pengangkut mengalami pecah ban, dan saat tiba di Jakarta, bagian kepala Garuda serta tangan Dewa Wisnu diketahui patah akibat benturan.

Namun semangatnya tak surut; ia berhasil memperbaiki kerusakan hingga patung kembali berdiri kokoh.
 
“Sebagai anggota Polri, saya ingin tunjukkan bahwa polisi tak hanya menjaga keamanan, tapi juga mampu berkarya, menginspirasi, dan melestarikan budaya,” ujar Bripka Pande, Rabu (22/7).

Suami Ipda Ni Luh Gede Putri Wandriani ini menambahkan, kebahagiaan terbesarnya adalah melihat karya ini membangkitkan rasa bangga terhadap seni budaya Bali.
 
“Semoga ini juga membuktikan Polri dekat dengan budaya, kreatif, dan humanis. Seni bukan sekadar hobi, melainkan cara menjaga warisan untuk generasi mendatang,” imbuhnya.
 
Kisah ini membuktikan dedikasi Bhayangkara tak hanya di lapangan tugas.

Di tangan polisi seniman ini, GWK menjelma simbol pengabdian, kebanggaan, dan pesan: menjaga Indonesia juga bisa dilakukan lewat sentuhan seni yang menginspirasi.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
parung Garuda Wisnu kencana polri seni polda bali gwk