Pertalite Semakin Susah Dicari di Bali, Konsumsinya Melonjak Naik 12 Persen

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:45 WIB
SPBU di Jalan Dewi Sri saat stok Pertalite kosong beberapa hari lalu.(Foto Ni Kadek Novi Febriani)
SPBU di Jalan Dewi Sri saat stok Pertalite kosong beberapa hari lalu.(Foto Ni Kadek Novi Febriani)

Harga Pertamax Naik Jadi Salah Satu Pemicu

Radarbadung.jawapos.com— Masyarakat di Bali sangat mengandalkan bahan bakar jenis Pertalite karena harganya yang terjangkau.

Namun belakangan ini, antrean pembelian kerap mengular dan stoknya bahkan sering kosong di sejumlah SPBU.

Kondisi ini justru terjadi di tengah lonjakan permintaan yang melonjak tajam.

Seorang warga kawasan Jalan Meduri, Denpasar, mengaku kerap terpaksa beralih ke Pertamax saat Pertalite kosong.

“Antreannya terlalu lama dan sering kosong. Jadinya karena ingin cepat, saya pakai Pertamax. Malas antreannya mengular sampai ke pintu masuk SPBU,” keluhnya.

Kondisi serupa sering ditemuinya di SPBU Jalan Raya Puputan dan Jalan Kamboja, Denpasar.

Kesulitan mendapatkan Pertalite juga terpantau di kawasan Kuta dan Seminyak, seperti di SPBU Jalan Dewi Sri maupun SPBU Jalan Kunti yang beberapa kali tercatat kehabisan stok.

Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan adanya lonjakan konsumsi Pertalite.

Bulan Juli 2026 tercatat sebagai bulan dengan angka penjualan tertinggi sepanjang tahun ini.

“Kenaikan penjualannya mencapai 12 persen dibandingkan rata-rata periode Januari–Juli,” tegas Ahad.

Lonjakan tersebut dipengaruhi beberapa faktor sekaligus: penyesuaian harga Pertamax yang naik, momen libur sekolah, serta peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pertamina pertamax spbu denpasar Pertalite langka