Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Andre Sulla • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:49 WIB
Korban luka akibat gempa dahsyat yang mengguncang Flores segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.(Istimewa)
Korban luka akibat gempa dahsyat yang mengguncang Flores segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi (15/8/2026).

Guncangan kuat itu menelan korban jiwa. Laporan sementara pemerintah daerah menyebut sedikitnya lima orang meninggal dunia.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan bahwa dua korban berasal dari Kabupaten Sikka dan tiga lainnya dari Kabupaten Manggarai.

“Informasi yang saya terima, korban yang meninggal berjumlah lima orang, dua dari Sikka dan tiga dari Manggarai,” ujar Melki dalam jumpa pers di Kupang, Sabtu pagi.

Data tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan jumlah korban serta kerusakan yang terjadi.

Melki juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di sejumlah wilayah terdampak dan berencana turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan kepada warga terdampak berjalan optimal.

“Kami akan terus memperbarui data di lokasi, dan sebentar lagi saya akan meninjau langsung ke lokasi bencana,” ujarnya.

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer, dengan pusat gempa berada di perairan sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Lokasi episenter yang berada di laut memicu BMKG untuk mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Wilayah yang masuk dalam status SIAGA (potensi tsunami 0,5–3 meter) meliputi bagian utara Kabupaten Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, dan Sikka.

Sementara wilayah utara Kabupaten Flores Timur berada dalam status WASPADA.

Peringatan dini tsunami juga berlaku hingga wilayah NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Ada potensi tsunami dan masih ada kemungkinan gempa susulan,” katanya.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta pendataan kerusakan di seluruh wilayah terdampak.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta segera menjauhi kawasan pantai apabila kembali menerima peringatan bahaya tsunami.

Perkembangan jumlah korban, kerusakan bangunan, dan kondisi di lapangan masih terus dalam proses pendataan.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
gempa Flores nagekeo gubernur NTT gempa bumi bmkg