Pendataan dan Pencarian Korban Masih Berlangsung
Radarbadung.jawapos.com— Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8), menelan korban jiwa.
Hingga pembaruan data sementara, 33 orang meninggal dunia dan 23 orang lainnya mengalami luka-luka.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rincian korban tewas tersebar di beberapa kabupaten: 14 orang di Kabupaten Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ende, dan satu orang di Manggarai Barat.
Sementara korban luka-luka tercatat 23 orang — 13 di Ende, enam di Sikka, dan empat di Manggarai Barat.
“Data ini masih sementara. Pendataan dan penanganan korban masih terus dilakukan di lapangan,” ujar Gubernur Laka Lena.
Tim SAR gabungan bersama TNI dan Polri masih terus melakukan evakuasi serta pencarian korban.
Di Kabupaten Manggarai, sedikitnya empat orang dilaporkan masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga terus mendata kerusakan yang terjadi di hampir seluruh wilayah Pulau Flores.
Penilaian dampak dan kerusakan masih berlangsung dan terus diperbarui.
Pemerintah Provinsi NTT saat ini sedang memproses penetapan status bencana tingkat provinsi.
Sementara kemungkinan penetapan sebagai bencana nasional sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, yang akan mempertimbangkan data serta kondisi riil di lapangan.
Gubernur Laka Lena mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah daerah, TNI–Polri, serta BMKG.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, TNI–Polri, dan BMKG,” pungkasnya.
Proses evakuasi, pencarian korban, serta pendataan dampak gempa hingga kini masih terus berlangsung.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung