Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB 

Donny Tabelak • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:59 WIB
Kemnaker berupaya menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang kompeten dan profesional melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di NTB.(Foto Kemenaker)
Kemnaker berupaya menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang kompeten dan profesional melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di NTB.(Foto Kemenaker)

Radarbadung.jawapos.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berupaya menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang kompeten dan profesional melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatihan berlangsung pada 15–18 Agustus 2026, diikuti 17 peserta dari NTB dan sejumlah daerah lainnya.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.

Ini merupakan batch pertama dan akan dilanjutkan dengan gelombang berikutnya dengan jangkauan peserta yang lebih luas, guna semakin banyak menghasilkan pemandu gunung yang memenuhi standar keselamatan serta kebutuhan industri pariwisata.

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker, Abdullah Qiqi Asmara, menyatakan profesi pemandu gunung memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama pendakian.

Pekerjaan tersebut membutuhkan kecakapan menghadapi karakter medan, menangani situasi darurat, berkomunikasi dengan wisatawan, serta memahami aspek pelestarian lingkungan.

"Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman," ujar Qiqi dalam keterangan melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (21/8) yang diterima radarbadung.jawapos.com.

Pelatihan TMT disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan karakteristik peserta, sehingga materi lebih relevan dengan kondisi di lapangan.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata diharapkan membangun ekosistem pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Pelatihan ini dirancang dengan materi yang disesuaikan dengan karakteristik pariwisata alam dan mengacu pada standar kompetensi.

Diharapkan peserta mampu bekerja secara profesional, mengutamakan keselamatan wisatawan, serta peduli terhadap kelestarian alam.

"Kualitas SDM yang semakin baik mampu memberikan kontribusi terhadap pengelolaan destinasi pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di NTB," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pendaki gunung pemandu wisata wisatawan ntb kemnaker