Radarbadung.jawapos.com— Gubernur Bali, Wayan Koster, berkunjung langsung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meninjau wilayah terdampak gempa M 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu.
Dalam kunjungan Rabu (20/8), Koster juga bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gubernur NTT sebagai wujud solidaritas dan kerja sama regional tiga provinsi (KR-BNN).
Kepala Pelaksana BPBD Bali, Gede Agung Teja Bhusana, yang turut mendampingi pertemuan tersebut, menjelaskan musibah di NTT adalah tanggung jawab bersama.
"Wilayah terdekat harus bergerak paling cepat. Sehari setelah gempa, Bali dan NTB sudah mengirim bantuan. Pertemuan ini untuk memantau perkembangan penanganan bencana sekaligus memberikan dukungan moral langsung kepada Gubernur NTT," ujarnya.
Bantuan logistik dari Bali dibeli langsung di Ende dan telah didistribusikan ke daerah terdampak.
Bali juga mengirimkan tim penanggulangan bencana yang terdiri dari personel BPBD, tim medis, dan relawan PMI Bali.
Sementara itu, Gubernur NTB juga mengirimkan bantuan serupa beserta tim tanggap darurat yang ditempatkan di wilayah berbeda sesuai arahan Posko Pengendali NTT.
Dari delapan kabupaten di Pulau Flores, tujuh di antaranya terdampak gempa dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Pintu masuk bantuan dibagi dua jalur: wilayah barat melalui Labuan Bajo, wilayah timur melalui Maumere.
"Saya sendiri pada 17 Agustus masuk melalui Maumere bersama tim, sedangkan tim NTB masuk melalui Labuan Bajo menuju wilayah tengah," ungkap Teja.
Dalam kunjungannya, Gubernur Bali juga menyempatkan diri meninjau Pura Giri Segara di Labuan Bajo yang mengalami kerusakan ringan akibat gempa.
Gubernur NTT menyampaikan apresiasi atas gerak cepat kedua provinsi tetangga.
Kolaborasi erat ketiga provinsi ini semakin menunjukkan kekompakan, mengingat secara historis pernah berada dalam satu wilayah administratif Sunda Kecil, sehingga hubungan antardaerah sudah terjalin seperti saudara kandung.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung