MotoGP Mandalika 2026 Buka Peluang Ekonomi Kreatif, Bali Ikut Terdampak

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:41 WIB
Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi kualifikasi menjelang MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika.
Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi kualifikasi menjelang MotoGP Mandalika 2025 lalu di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika.(Dok radarbadung.id) 

Radarbadung.jawapos.com — Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, NTB, tak sekadar ajang olahraga internasional.

Event ini juga membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif lokal, dampaknya pun berpotensi menjangkau Bali sebagai pusat pariwisata utama kawasan Bali–Nusa Tenggara.

Peluang tersebut terwujud melalui kolaborasi PT MGPA Nusantara Jaya (MGPA) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) NTB untuk menghadirkan produk kreatif lokal sebagai official merchandise MotoGP 2026.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di sirkuit Mandalika, Sabtu (22/8).

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menyampaikan penyelenggaraan MotoGP harus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

"Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya soal balapan, tetapi bagaimana event ini membuka peluang bagi berbagai sektor untuk tumbuh," ujarnya.

Produk kreatif NTB yang telah melalui kurasi dan persetujuan desain akan dipasarkan melalui Circuit Store di lokasi sirkuit serta kanal penjualan daring yang dikelola MGPA.

Ini memberi peluang produk lokal langsung dikenal wisatawan dan penonton dari dalam maupun luar negeri. 

Bagi Bali, geliat ekonomi dari MotoGP Mandalika menjadi bagian dari dinamika pariwisata kawasan.

Mobilitas wisatawan antara Bali dan NTB berpotensi menciptakan peluang bagi pelaku usaha kedua daerah, terutama ketika kunjungan ke Mandalika menjadi bagian dari perjalanan wisata yang lebih luas.

Ketua DPW GEKRAFS NTB, Yeyen Seprian Rachmat, menambahkan event internasional memberi ruang produk kreatif daerah menjangkau pasar lebih luas.

"Produk kreatif NTB dapat bertemu langsung dengan wisatawan mancanegara," katanya.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober 2026.

Diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bali maupun NTB, sehingga manfaat pariwisata tidak hanya berhenti di akomodasi dan transportasi, tetapi juga mengalir hingga pelaku usaha kreatif lokal.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
bali ntb motogp sirkuit mandalika pertamina