Radarbadung.jawapos.com— Dua gunung api besar meletus berdekatan: Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi Minggu (6/9), sehari setelah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meletus Sabtu (5/9).
Sebaran abu vulkanik terpantau meluas ke berbagai arah, memicu kekhawatiran masyarakat Bali yang mengalami cuaca berawan dan hujan ringan pada hari yang sama.
BMKG menegaskan: kondisi cuaca di Bali murni fenomena alam, bukan akibat erupsi gunung api.
Erupsi Gunung Semeru memunculkan kolom asap tebal hingga 1.000 meter di atas puncak kawah.
Sementara itu, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terpantau dari PVMBG, VAAC Darwin, dan citra satelit Himawari-9 terbagi dalam dua klaster:
- Hingga 20.000 kaki: bergerak ke timur laut–selatan, mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan perairan sekitarnya
- Hingga 50.000 kaki: bergerak ke barat daya–barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia di sebelah baratnya
Meski sebaran abu meluas, citra satelit per pukul 12.00 Wita menunjukkan sebaran abu vulkanik belum mencapai wilayah Bali.
Kawasan Nusa Dua dan sejumlah wilayah Bali memang dilaporkan berawan dan sempat turun hujan ringan pada Minggu siang.
Kondisi ini memicu dugaan keterkaitannya dengan erupsi gunung api.
Namun, prakirawan BMKG menegaskan hal tersebut tidak benar.
"Berdasarkan pantauan citra radar dan satelit cuaca, wilayah Bali saat ini cerah berawan hingga berawan. Kondisi mendung di wilayah Bali bukan disebabkan oleh erupsi gunung api," ujar prakirawan BMKG, Minggu kemarin (6/9).
"Bukan ya, hujan di Bali saat ini murni merupakan fenomena cuaca, bukan akibat aktivitas gunung berapi," tegasnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi BMKG serta PVMBG terkait perkembangan cuaca dan aktivitas gunung api.
Pemantauan sebaran abu vulkanik terus dilakukan untuk melihat perkembangan arah dan luas sebarannya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung