Erupsi Anak Krakatau Tutup Bandara Soetta, PHRI Bali Ingatkan Dampak ke Pariwisata

Ida Bagus Indra Prasetia • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:19 WIB
Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).l saat ditemui kemarin. (Istimewa)
Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat ditemui kemarin. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dikhawatirkan berdampak langsung terhadap mobilisasi wisatawan menuju dan dari Bali.

Bandara Soetta memperpanjang penghentian operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menyatakan gangguan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta tidak hanya berpotensi memengaruhi wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara yang menjadikan Jakarta sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Bali maupun keluar dari Indonesia.

"Penutupan ini akan berdampak langsung kepada mobilisasi penumpang, termasuk pariwisata yang akan ke Bali, khususnya yang domestik menggunakan rute Soetta ke Bali dan juga bagi wisatawan yang transit di Jakarta," ujar Cok Ace.

Lebih dari itu, dampak penutupan bandara juga perlu diantisipasi terhadap wisatawan yang akan meninggalkan Indonesia.

Beragam persoalan bisa muncul, mulai dari risiko kelebihan masa tinggal (overstay) akibat keterlambatan penerbangan hingga masalah biaya tambahan. 

"Persoalannya tidak sesederhana itu. Penutupan bandara juga berdampak terhadap wisatawan yang akan meninggalkan Indonesia, termasuk persoalan perizinan. Apakah dia tidak overstay gara-gara delay berangkatnya, bagaimana pembiayaannya dan lain sebagainya," katanya.

Cok Ace menegaskan diperlukan langkah mitigasi dan pengalihan penerbangan melalui bandara alternatif apabila gangguan berlangsung lebih lama.

Ia mengingatkan pengalaman erupsi Gunung Agung sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagaimana gangguan penerbangan dapat berdampak luas pada industri pariwisata.

Secara keseluruhan, tren kunjungan wisatawan ke Bali masih menunjukkan angka positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dengan Australia, India, dan Tiongkok sebagai pasar utama.

Namun pada triwulan kedua, tercatat penurunan sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
bandara soekarno hatta erupsi gunung anak Krakatau wisatawan PHRI Bali cok ace