Kebutuhan Listrik Bali Hampir Tepat, Energi Bersih Jadi Kunci Kemandirian
Radarbadung.jawapos.com— Gubernur Bali Wayan Koster memuji sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai objektif mengurus pembangunan di Bali, meski berbeda afiliasi partai politik. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (21/9).
Koster merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, sementara Prabowo memimpin Partai Gerindra.
"Ternyata Pak Presiden baik. Walau bukan dari partai yang sama, tetap juga diurus. Beliau objektif dalam berbangsa," ujarnya.
PSEL: Bali yang Pertama
Bali ditetapkan sebagai daerah pertama pelaksanaan proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) di bawah Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan ditargetkan selesai pada Oktober 2027.
"Masalah sampah sudah berjalan melalui PSEL. Kita harus berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang memprioritaskan Bali sebagai yang pertama," kata Koster.
PLTS 1.000–1.500 MW, Siapkan Lahan 1.500 Hektar
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.000 megawatt sedang dalam proses perizinan.
Lahan yang dibutuhkan seluas 700 hektar, terbagi rata: 350 hektar di Jembrana, dan 350 hektar di Buleleng.
Kementerian ESDM menawarkan penambahan kapasitas hingga 1.500 megawatt jika Bali mampu menyiapkan lahan seluas 1.500 hektar.
"Kata Pak Menteri ESDM, jangan dipatok 1.000 MW karena Pak Gubernurnya kerjanya cepat. Siapkan 1.500 MW kalau mampu sediakan 1.500 hektar," beber Koster.
Kebutuhan listrik Bali saat ini 1.300 MW, kapasitas tersedia 1.450 MW — selisih sangat tipis.
Sumber energi baru terbarukan dinilai mendesak.
Bali juga ditetapkan sebagai penerima pertama program 100 gigawatt peak energi surya nasional.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung