Dinonaktifkan, Elen Titip Awasi Keuangan Gereja, Ketua PHMJ GPIB Maranatha Denpasar Buka Suara

Donny Tabelak • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 05:13 WIB
Ketua I PHMJ GPIB Maranatha Denpasar, Penatua Ketrianus P. Neno, memberikan keterangan resmi.
Ini masalah internal di lingkungan presbiter GPIB Maranatha Denpasar dan saat ini masih berproses. Foto kanan, krans bunga yang dikirim warga jemaat GPIB Maranatha Denpasar.(Istimewa)
Ketua I PHMJ GPIB Maranatha Denpasar, Penatua Ketrianus P. Neno (kiri), memberikan keterangan resmi. Ia mengatakan ini masalah internal di lingkungan presbiter GPIB Maranatha Denpasar dan saat ini masih berproses. Foto kanan, krans bunga yang dikirim warga jemaat GPIB Maranatha Denpasar.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Sebagai Ketua IV PHMJ yang dinonaktifkan selama enam bulan, Penatua Herlyn Sinay Hursepenny yang akrab disapa Elen menitipkan pesan kepada rekan-rekan presbiter untuk bersama-sama mengawasi pengelolaan keuangan, aset gereja, serta Dana Pengadaan Lahan Bajem Tabanan.

Ia mengingatkan agar tidak terjadi "kecolongan" atau penyalahgunaan, mengingat pernah ada kehilangan uang dalam jumlah besar gereja di masa lalu.

Pesannya itu disampaikan dalam surat klarifikasi tertanggal 5 Oktober 2026.

Herlyn menegaskan penonaktifannya tidak berkaitan dengan masalah pelayanan, kriminal, moral, maupun penyalahgunaan keuangan.

Surat penonaktifan sendiri dinilai tidak mencantumkan pelanggaran apa pun, serta prosesnya dianggap tidak melalui mekanisme Sidang Majelis Jemaat (SMJ).

Menanggapi polemik tersebut, Ketua I PHMJ GPIB Maranatha Denpasar, Penatua Ketrianus P. Neno, memberikan keterangan resmi. 

"Ini masalah internal di lingkungan presbiter GPIB Maranatha Denpasar dan saat ini masih berproses," kata Ketri Neno via Wa, Selasa kemarin.

Terkait alasan Herlyn dinonaktifkan, Ketrianus menyebut hal itu merupakan rahasia pastoral yang terbatas diketahui.

"Mengenai ada masalah apa sehingga Ibu Ellen dinonaktifkan, itu rahasia pastoral yang hanya diketahui oleh Ketua Majelis Jemaat (KMJ) dan yang bersangkutan,"sambungnya.

Ia mengakui ketidakpahaman di lingkungan internal sendiri.

"Di kalangan kami presbiter sendiri tidak tahu apa masalahnya, sehingga sampai viral seperti ini,"ucapnya.

Ketrianus meminta seluruh jemaat bersabar dan menunggu proses yang sedang berjalan.

Persoalan ini rencananya akan dibahas dalam Sidang Majelis Jemaat (SMJ) terdekat.

"Mari kita bersama-sama bersabar dan berdoa menunggu hasil Sidang Majelis Jemaat terdekat ini," pesannya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
sinode phmj GPIB pendeta GPIB Maranatha Denpasar