Empat SPBU di Tabanan Kehabisan BBM, Warga Kelimpungan, Pertamina Buka Suara

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 14:40 WIB
Suasana SPBU di Jalan Pulau Batam, Banjar Dauh Pala Pesiapan Tabanan yang stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax kosong. (Foto Juliadi)
Suasana SPBU di Jalan Pulau Batam, Banjar Dauh Pala Pesiapan Tabanan yang stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax kosong. (Foto Juliadi)

Pertamina Perkuat Pasokan, Kapal BBM Bawa 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax

Radarbadung.jawapos.com– Sejumlah warga di Kabupaten Tabanan mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Selain stok kosong di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), antrean panjang kendaraan juga terlihat di beberapa lokasi.

Pantauan di lapangan pada Minggu kemarin (11/10) menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga memadati akses jalan di sejumlah SPBU.

Kondisi ini membuat warga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya demi mendapatkan Pertalite.

Salah satu antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Gatot Subroto, Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Sementara itu, SPBU di Jalan Pulau Batam, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan, kehabisan stok Pertalite sejak Minggu pagi.

BBM jenis Pertamax di SPBU tersebut juga dilaporkan kosong.

Seorang warga, I Wayan Ega Antara, asal Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, mengaku telah berburu Pertalite sejak pukul 10.30 Wita.

Namun, upayanya mendatangi sejumlah SPBU tak membuahkan hasil.

Ega mengaku sempat mendatangi SPBU di kawasan Pesiapan, Dauh Peken, kemudian SPBU Grogak, SPBU Sanggulan di jalur Bypass Ir. Soekarno, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, hingga SPBU di Jalan Gatot Subroto.

Dari empat SPBU yang didatanginya, stok Pertalite disebut sudah habis.

BBM yang masih tersedia di sejumlah lokasi hanya jenis solar.

“Rencananya mobil mau dipakai ke Karangasem untuk keperluan upacara pernikahan adik sepupu. Tapi sudah empat SPBU saya datangi, Pertalite kosong,” ujar Ega.

Ia mengatakan, pamannya juga telah berangkat lebih awal sejak pukul 09.00 Wita untuk mencari BBM. Keduanya membutuhkan bahan bakar untuk perjalanan ke Karangasem pada Senin (12/10).

Di rumah, anggota keluarga lainnya tengah mempersiapkan banten dan berbagai perlengkapan upacara adat.

Mereka berharap seluruh persiapan berjalan lancar dan keluarga bisa berangkat bersama sesuai rencana.

“Rencana mobil mau dipakai besok. Kami juga lagi menyiapkan banten dan sarana upacara lainnya. Semuanya disiapkan keluarga kami yang perempuan. Jadi, biar bisa sama-sama jalan, kami cari BBM,” tuturnya.

Karena tak kunjung mendapatkan Pertalite di SPBU terakhir yang didatangi, Ega akhirnya memutuskan pulang dengan perasaan khawatir.

“Ini yang terakhir di Gatot Subroto. Karena tidak ada, ya balik pulang,” pungkasnya.

Keluhan serupa disampaikan Putu Muliawan, warga GMJ.

Ia menyebut kesulitan mendapatkan Pertalite di Tabanan mulai dirasakan sejak dua hari sebelumnya.

Ia bahkan sempat mencoba membeli bensin di toko kelontong atau toko Madura yang menjual BBM eceran.

Namun, upaya tersebut juga tidak membuahkan hasil karena stok bensin telah habis.

Menurut Muliawan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-harinya.

Ia mengandalkan sepeda motor untuk bekerja dan harus menempuh perjalanan dari Tabanan menuju Nusa Dua setiap hari.

“Imbas bagi kami yang bekerja menggunakan motor. Apalagi saya kerja di daerah Nusa Dua, ngajak (pulang-pergi) dari Tabanan ke Nusa Dua setiap harinya,” ungkapnya.

Pertamina Perkuat Pasokan BBM

Menanggapi kondisi pasokan BBM di Bali, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan terus memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina juga mengoptimalkan distribusi dari terminal BBM ke SPBU dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kapal pengangkut BBM dijadwalkan sandar dengan membawa muatan 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari.

Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pasokan dan pengaturan prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis.

Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.

Sejalan dengan jadwal kedatangan kapal tersebut, Pertamina terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU.

Evaluasi kebutuhan juga dilakukan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi BBM di setiap wilayah.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Masyarakat juga diminta mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Untuk mendapatkan informasi atau menyampaikan pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Meski Pertamina telah menyampaikan langkah penguatan pasokan, warga Tabanan berharap distribusi BBM segera kembali normal agar kebutuhan transportasi dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
tabanan pertamina pertamax pertalite bbm langka