Radarbadung.jawapos.com- Sebuah pameran bertajuk The Art of Harmony: Living Earth, Living Culture digelar di The Luc Lifestyle Bali, Canggu Kuta Utara.
Menariknya pameran ini melibatkan dua seniman lintas budaya. Dua seniman itu yakni Mickaël, yang merupakan seorang seniman asal Prancis, dan Untoro, asal Wonosobo, Jawa Tengah yang kini memantapkan diri berkarya di Bali.
Pameran yang berlangsung hingga 22 September 2025 ini dibuka langsung oleh salah satu tokoh politik nasional, Ganjar Pranowo.
Selain berbeda aevda culture, baik Mickael maupun Untoro juga memiliki perbedaan dalam genre melukis.
Mickael lebih banyak menghasilkan karya dengan konsep mozaik, sedangkan Untoro mengusung gaya ekspresionist.
Untoro yang juga sudah melanglang buana di panggung seni nasional mengatakan, dalam pameran ini, dirinya menghadirkan 22 karya bertema satwa dan alam. Menurutnya, hal ini tak terlepas dari keresahannya terkait kondisi alam saat ini.
”Saya prihatin bagaimana kita hidup di tengah kehidupan alam dan budaya yang cepat berubah. Masalah sosial dan lingkungan yang luar biasa, dengan perubahan-berubahan yang begitu cepat," katanya di usai pembukaan pameran Jumat (22/8/2025) sore.
Pria berusia 52 tahun ini melanjutkan, pameran ini digelar di daerah Canggu juga untuk membuktikan bahwa Canggu tak hanya tempat bagi wisatawan yang ingin menikmati pesta saja.
Canggu juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menikmati karya seni selain di Ubud, dan lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Mickael menjelaskan, kolaborasi antara dirinya dengan Untoro terjadi karena dirinya menyukai karya dari Untoro.
Keduanya bertemu di Canggu, lalu sepakat melakukan pameran bersama. ”Saya melihat karya Untoro begitu menarik dan colourfull," ujar Mickael.
Menariknya, pameran ini tak sekadar aktivitas seni biasa. Sebagai bentuk kepedulian sosial, hasil penjualan karya seni yang hasilnya akan disumbangkan kepada Plastic Angels yang saat ini cukup konsen dalam memperhatikan anak anak yang tinggal di sekitar TPA Suwung, Denpasar.
Bahkan karya-karya yang dibuat Mickael sendiri juga sebagian besar mengangkat tema anak-anak.
Dimana pada karya mozaik yang dia buat dari kumpulan sampah sandal, mainan yang diambil dari beberapa pantai di Bali juga menampilkan beberapa wajah anak dari TPA Suwung.***