Radarbadung.jawapos.com- Banyak cara untuk tetap menggelorakan semangat tradisi.
Salah satunya yang diadakan di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Mereka menggelar eksibisi gasing bersama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng pada Jumat lalu (12/9/2025).
Permainan tradisional gasing atau megangsing adalah permainan menggunakan gasing yang berputar pada porosnya, membutuhkan keseimbangan dan kecekatan gerak.
Permainan ini biasanya dimainkan di tempat khusus atau tanah lapang dan dimainkan ketika jeda musim bertani. Artinya, permainan Gangsing dimainkan di kala waktu senggang.
Dalam eksibisi ini, yang bermain adalah anak-anak SDN 1 Gobleg, SDN 2 Gobleg, SDN 3 Gobleg, SDN 4 Gobleg, SDN 5 Gobleg, SDN 6 Gobleg, dan SMPN 1 Atap Banjar.
Mereka tampak antusias mengikuti kegiatan permainan tradisional ini. Memang tujuan dari eksibisi ini adalah untuk tetap menghangatkan seni, tradisi, dan budaya lokal agar tidak padam dan hanyut oleh era teknologi saat ini.
”Ini kembali menghidupkan megangsing. Karena tak sekedar hiburan, melainkan wujud kecintaan terhadap warisan budaya yang harus dipertahankan. Apalagi megangsing masuk dalam salah satu cabor Pekan Olahraga Tradisional Nasional,” ujar Perbekel Desa Gobleg, I Made Separsa pada Senin (15/9).
Dalam eksibisi ini, anak-anak tampak antusias, ditambah dengan suara tali yang terhentak dan kayu gangsing berputar riuh di Lapangan Voli Celebung, Desa Gobleg.
Mereka beradu ketangkasan, beradu kuat putaran gangsing agar bertahan lebih lama di arena tanah.
Kegiatan ini tentu diharapkan membuka kembali prestasi yang pernah diraih Desa Gobleg pada 2023.
Saat itu melalui Sekeha Gangsing Desa Gobleg, mereka berhasil meraih juara dua dalam kejuaraan nasional di Kuningan, Jawa Barat.
Permainan ini sangat lumrah bagi masyarakat Catur Desa atau Desa Munduk, Gesing, Gobleg, dan Umajero.
Namun kini permainan ini telah menyebar dan dimainkan oleh beberapa desa di luar Catur Desa.
Sehingga pelestarian di tempat aslinya penting dilakukan, sehingga pakemnya tidak bergeser.
”Tidak hanya sebagai permainan, tapi ini juga untuk membangkitkan semangat generasi muda, agar mencintai dan memainkan permainan tradisional,” kata Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Widarma.***
Editor : Donny Tabelak