Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Kisah Inspiratif Nyoman Dira, Selama 29 Tahun Jadi Penjual Lukisan di Hotel

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 18 September 2025 | 20:05 WIB
Nyoman Dira di tengah kesibukannya menjual lukisan.
Nyoman Dira di tengah kesibukannya menjual lukisan.
 
Radarbadung.jawapos.com- Nyoman Dira duduk bersila di salah satu lorong menuju restaurant di Hotel Prime Plaza Sanur, Denpasar Selatan.
 
Mengenakan busana khas Bali, pria berusia 52 tahun itu tengah berkonsentrasi menyelesaikan beberapa lukisan berukuran sedang yang ia mulai sejak pagi.
 
Beberapa lukisan berukuran sedang dipajang di tembok lorong dan beberapa lainnya juga ditata rapih di lantai.
 
Baca Juga: Bencana Alam di Sanggulan Tabanan, Bupati Sanjaya Janji Bangun Jembatan hingga Normalisasi Sungai
 
Lukisan yang ia tampilkan memang terkesan full colour. Hal ini memantik reaksi para pengunjung hotel untuk sejenak singgah, meski hanya sekadar untuk melihat-lihat.
 
Sehari-harinya, Dira memang bekerja sebagai penjual lukisan di hotel yang tak jauh dari kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan itu.
 
Pekerjaan ini telah ia mulai sejak 1996 silam. Selama 29 tahun sudah, pekerjaan menjual lukisan di hotel ia lakoni demi menjaga dapur tetap ngebul. 
 
”Setiap hari saya memang berjualan di sini. Saya juga kadang mengisi waktu dengan menyelesaikan beberapa lukisan sembari menunggu wisatawan yang tertarik dengan lukisan saya," kata pria asal Banjar Palingan, Ubud, Gianyar, di Prime Hotel Sanur, beberapa hari lalu.
 
Baca Juga: Sakit Asam Lambung, PMI asal Buleleng Ditemukan Meninggal di Turki
 
Dia menjelaskan, lukisan yang dia jual di hotel itu merupakan karya-karya lukis populer yang biasanya disukai oleh para wisatawan.
 
Harga yang ia patok juga bervariasi. Dimulai dari Rp300 ribu dan yang paling mahal mencapai Rp30 juta per lukisan.
 
Dira mengisahkan, pekerjaan menjual lukisan di hotel sudah menjadi pemasukan utamanya sejak puluhan tahun lalu.
 
Setiap hari ia harus memutar otak, mencari ide atau inpirasi untuk menghasilkan ide melukis. 
 
”Kehidupan saya dari melukis saya. Dari pendapatan tergantung grafik tamu yang berkunjung. Grafik kunjungan Mei, Juni, Juli Agustus, tamu mulai ramai. Itu pendapatan bagus. Kalau bulan sepi dari Januari Februari itu agak sepi. Tapi kalaupun tamu sepi saya tetap berkarya," urainya.
 
Baca Juga: Suami Habisi Istrinya yang Sakit Stroke Terancam 15 Tahun Bui
 
Dalam menjalani pekerjaannya itu, Dira juga kerap mengahdapi berbagai karakter pengunjung. 
 
Ada pengunjung yang sekadar bertanya-tanya perihal inspirasi lukisan, ada juga pengunjung yang serius bertanya dan ujungnya akan membeli.
 
Dira juga kerap diminta para pengunjung hotel untuk mendemonstrasikan secara langsung bagaimana sebuah karya lukis dibuat.
 
”Saya duduk di sini setiap hari sambil melukis. Saya juga demonstrasi melukis di hotel saat di hadapan turis. Kalau di musim ramai seperti sekarang setiap hari ada aja yang laku. Tapi kita juga harus berani bersaing harga. Kalau lukis, dan kita punya nama sendiri pastik harganya bagus," terangnya. 
 
Umumnya, turis lebih menyukai lukisan bertema alam seperti pantai, gunung, atau pemandangan lain. Harganya pun masih relatif terjangkau.
 
Namun, ada pula beberapa pengunjung yang paham tentang art dan meminta Nyoman Dira untuk menunjukan lukisan dengan tema yang lebih spesifik. Seperti lukisan tradisional natuan yang dibuat dengan teknik dekoratif. 
 
Kini dari hasil menjual lukisan di hotel selama puluhan tahun, Nyoman Dira juga kini mampu membiayai sekolah anak-anaknya hingga sarjana.***
Editor : Donny Tabelak
#kisah inspiratif #lukisan #hotel #Jual Lukisan #Pantai Sanur