Radarbadung.jawapos.com- Rencana pembangunan bandara Bali utara menjadi salah satu isu nasional.
Gonjang-ganjing pembangunan sampai benar-benar selesai pun, diharapkan tidak merusak maupun menghilangkan budaya yang ada di Kabupaten Buleleng.
Hal ini diungkapkan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mardani Ali Sera.
Menurutnya, Buleleng merupakan salah satu sumber budaya utama di Bali, karena memiliki sejarah dan potensi yang luar biasa.
Maka kelebihan itu dapat dikembangkan, agar budaya selaras dengan perkembangan kondisi di Bali utara.
Pihaknya menyebut, kalau Buleleng akan disiapkan menjadi wilayah yang terbukti, bahwasanya pembangunan budaya dengan kelestarian budaya bisa berjalan selaras.
”Budaya harus menyatu dengan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya memang isu tentang bandara Bali utara, termasuk yang kami gali. Ini menjadi bentuk yang mahal, yakni agar tetap menjaga Tri Hita Karana,” ujarnya usai pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Kantor Bupati Buleleng pada Rabu (22/10) siang.
Datangnya BKSAP DPR RI, membuat Pemkab Buleleng menyampaikan potensi-potensi terkait budaya, karya seni, dan juga prospek pengembangan kedepannya.
Harapannya, melalui Mardani Ali Sera dan kawan-kawan, dapat dikomunikasikan dengan badan kerja sama lainnya di DPR RI. Sehingga dapat mendukung pembangunan di Bali utara.
Harapan besarnya, penjembatanan kepentingan daerah dalam forum nasional dan internasional ini, menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat menguatkan potensi pariwisata dan kebudayaan, serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Tentu muaranya pada kesejahteraan masyarakat.
”BKSAP DPR RI hanya menerima informasi, untuk nantinya mana saja yang akan di-support oleh komisi-komisi DPR RI. Kami sampaikan potensi yang ada, baik itu budaya, pelestarian lingkungan, termasuk juga potensi pariwisata dalam konteks karya seni budaya. Goal-nya nanti ada di mereka,” jawab Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa.***