Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Cara Pura Taman Sari Implementasikan Tri Hita Karana, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Pengempon yang Ngayah

Francelino Junior • Senin, 3 November 2025 | 19:05 WIB

 

Suasana layanan kesehatan gratis yang dilakukan prajuru untuk pengempon Pura Taman Sari. Ini agar kesehatan mereka tetap terjaga, meski harus ngayah selama piodalan yang berlangsung.
Suasana layanan kesehatan gratis yang dilakukan prajuru untuk pengempon Pura Taman Sari. Ini agar kesehatan mereka tetap terjaga, meski harus ngayah selama piodalan yang berlangsung.

Radarbadung.jawapos.com- Piodalan yang biasanya erat dengan kegiatan-kegiatan berbau keagamaan, tampak berbeda di Kabupaten Buleleng.

Seperti yang dilaksanakan Pura Taman Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng dengan pelayanan kesehatan gratis pada Minggu (2/11) pagi. Katanya, ini merupakan implementasi Tri Hita Karana.

Puluhan orang berpakaian adat madya Bali, tampak lalu lalang di sekitar pura yang berlokasi di Jalan Pulau Selayar.

Adanya mereka, memang masih dalam kaitan piodalan yang dilakukan di sana. Hanya saja, mereka mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan gratis, yang diadakan oleh prajuru Pura Taman Sari.

Ini nampak berbeda dari piodalan seperti biasanya, apalagi diadakan langsung oleh para pengurus pura.

”Setiap pujawali/piodalan/karya, otomatis di dalamnya ada orang-orang yang ngayah. Penting untuk dilihat juga kesehatan mereka. Karena mereka datang ke pura, pasti mempersiapkan segala keperluan upacara,” ujar Kelian Pura Taman Sari, Ketut Windu Saputra.

Dijelaskannya, Pujawali Pedudusan Alit Pura Taman Sari sudah berlangsung selama dua minggu, atau sejak terlaksana pada akhir Oktober dan puncaknya pada Rabu (5/11).

Selama itu, masyarakat melakukan ngayah untuk mempersiapkan keperluan upacaranya. 

Cuaca yang kadang panas terik bahkan turun hujan deras, menjadi perhatian prajuru Pura Taman Sari.

Sebab yang melakukan ngayah di pura, tidak hanya satu sesi saja, melainkan ada yang dari pagi, kemudian siang, lanjut malam. Sehingga aktivitas di pura tak pernah sepi.

Maka dari itu, lanjut Kelian Windu, pemeriksaan kesehatan gratis dengan menggandeng salah satu rumah sakit swasta dan yayasan kesehatan penting dilakukan.

Mengingat pengayah banyak yang tak lagi usia muda bahkan ada yang 50 tahun keatas.

Perhatian ini diberikan, sebab tanpa adanya bantuan para pengempon maupun pengayah, maka upacara pun bisa tak berjalan maksimal.

”Setidaknya, ini memperhatikan kesehatan mereka. Karena di Hindu ada Tri Hita Karana. Kegiatan pelayanan kesehatan, bagian interaksi manusia dengan manusia. Apalagi dua minggu ini mereka ngayah di pura,” ungkapnya.***

Editor : Donny Tabelak
#buleleng #pura #Piodalan #pengempon #Tri Hita Karana #pemeriksaan kesehatan