Radarbadung.jawapos.com- Tren kunjungan wisatawan ke Buleleng sepanjang bulan November 2025 belum menunjukkan pola stabil.
Setelah sempat terangkat oleh perhelatan Kejuaraan Dunia Vovinam di awal November, arus wisatawan kembali melambat.
Erupsi Gunung Semeru dan insiden kecelakaan wisatawan asal Tiongkok yang terjadi di Buleleng mempengaruhi kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan perlambatan kunjungan pada November tergolong wajar karena masuk low season.
Namun kondisi eksternal membuat grafik kunjungan wisatawan mancanegara bergerak fluktuatif.
“Untuk hotel berbintang tiga, okupansi di Lovina masih bertahan di kisaran 70 persen. Tapi ada sedikit penurunan dari market turis Tiongkok,” kata Dody, Senin (1/12).
Baca Juga: Kasus Sopir Truk Tangki Diikat lalu Digebukin Warga, Sepakat Berdamai di Polsek Kuta Selatan
Penurunan tersebut dikonfirmasi melalui laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Segmen wisatawan Tiongkok selama ini didominasi pola perjalanan overland dari Surabaya menuju Bromo, Ijen, lalu Lovina.
Erupsi Gunung Semeru membuat beberapa rombongan menunda jadwal perjalanan.
Situasi semakin sensitif setelah muncul kabar kecelakaan wisatawan Tiongkok di Buleleng, meski kasus itu tidak berkaitan dengan rombongan overland dari Jawa Timur. Mengingat insiden itu menyebabkan lima orang turis Tiongkok meninggal dunia.
“Dari PHRI disampaikan ada penundaan itinerary rombongan yang terkoneksi dengan agen perjalanan Surabaya. Bukan pembatalan total, tapi penundaan,” jelas Dody.
Di sisi lain, gelaran Kejuaraan Dunia Vovinam diyakini memberi napas positif bagi sektor pariwisata. Lonjakan length of stay dan kunjungan ke destinasi penyangga terasa sejak awal November.
Baca Juga: Dana Desa Terus Bertambah, Bupati Buleleng Ingatkan Perbekel dan Bendesa Adat
Disdikpora dan KONI Buleleng kini tengah mempersiapkan pertemuan lanjutan untuk memetakan potensi sport tourism sebagai atraksi baru.
Model event berskala internasional dinilai mampu menciptakan traffic wisatawan yang lebih terukur dan berulang.
Hingga Oktober, Dinas Pariwisata Buleleng mengklaim kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, telah menembus angka 1,25 juta jiwa dari target 1,5 juta wisatawan pada 2025.
Dengan adanya momen libur panjang Natal dan Tahun Baru, Dispar Buleleng optimistis bisa mencapai target.
“Pola tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan cukup signifikan di akhir Desember. Masih ada potensi besar untuk mengejar sisa target,” demikian Dody.***
Editor : Donny Tabelak