Radarbadung.jawapos.com– Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat ada 472.070 kunjungan, atau turun sebesar 4,11 persen dari capaian Februari yang mencapai 492.289 kunjungan.
Dari jumlah tersebut, mayoritas wisman datang melalui jalur udara sebanyak 465.260 kunjungan, sedangkan sisanya sebanyak 6.810 kunjungan masuk melalui jalur laut.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyebutkan bahwa wisatawan asal Australia masih menempati posisi teratas dengan pangsa pasar mencapai 25,37 persen atau setara 119.777 kunjungan.
“Setelah Australia, urutan berikutnya diisi oleh India sebanyak 42.460 kunjungan, Tiongkok 32.497 kunjungan, Inggris 24.206 kunjungan, dan Amerika Serikat sebanyak 23.003 kunjungan,” jelasnya di Denpasar, Senin (4/5).
Menariknya, dari daftar 10 besar negara asal wisman, Tiongkok menjadi satu-satunya negara yang mengalami penurunan paling drastis.
Secara month to month (m-to-m), kunjungan wisman dari negara tersebut tercatat anjlok hingga 58,79 persen.
Sejalan dengan penurunan jumlah kedatangan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali juga ikut tertekan.
Pada Maret 2026, TPK tercatat sebesar 52,54 persen, atau turun 2,89 persen poin dibandingkan Februari yang mencapai 55,44 persen.
Meski turun dibandingkan bulan sebelumnya, jika dilihat secara tahunan atau year on year (y-on-y), angka ini justru mengalami kenaikan signifikan.
Pada Maret tahun lalu, TPK hanya berada di angka 46,61 persen, sehingga tahun ini terjadi peningkatan sebesar 5,93 persen poin.
Sementara untuk hotel non berbintang dan jenis akomodasi lainnya, TPK justru sedikit naik menjadi 33,32 persen dari sebelumnya 33,00 persen.
Selain tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu juga mengalami perbaikan.
Untuk hotel berbintang, tamu menghabiskan waktu rata-rata 2,83 malam, naik 0,11 poin dari bulan sebelumnya dan naik 0,08 poin jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk akomodasi non bintang, rata-rata lama menginap tercatat 2,39 malam, naik 0,08 poin dari capaian Februari 2026 yang tercatat 2,31 malam.***
Editor : Donny Tabelak