Radarbadung.jawapos.com– Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Bahkan, pihak pengelola mencatat adanya penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengelola DTW Jatiluwih, John K. Purna, menyampaikan bahwa tren kunjungan tahun ini masih cenderung rendah.
“Jumlah kunjungan masih tercatat menurun dibandingkan tahun 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (28/5).
Secara rinci, penurunan tercatat mencapai sekitar 20 persen baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik.
Hingga 27 Mei 2026, tercatat sebanyak 45.789 orang wisatawan domestik yang berkunjung.
Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang mencapai 60.628 orang.
Sehingga secara keseluruhan, total kunjungan tercatat sebanyak 106.417 orang.
Menurut John, penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Salah satu yang paling terasa adalah situasi geopolitik global.
Selain itu, kondisi ekonomi dalam negeri dan kenaikan harga tiket pesawat rute domestik juga turut berperan.
“Salah satu penyebab utamanya adalah ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur penerbangan maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways,” jelasnya.***