Radarbadung.jawapos.com– Seniman asal Sukawati, Gianyar, I Made Mahendra Mangku, kembali menggelar pameran tunggal karyanya.
Kali ini, alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu memamerkan 35 karya lukisan cat air berbagai ukuran di Komaneka Fine Art Gallery, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.
Pameran yang bertajuk What Remains in Water ini mengangkat tema mendalam seputar kenangan dan perjalanan hidup.
Bagi Mahendra Mangku, tema tersebut menjadi wadah untuk mengekspresikan pengalaman pribadi maupun peristiwa yang tersimpan dalam ingatan.
“Ini tentang kenangan dan kejadian yang pernah dialami, baik secara pribadi maupun umum, yang kemudian muncul kembali di tengah keheningan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (20/6).
Baginya, cat air bukan sekadar bahan melukis, melainkan memiliki makna estetika sekaligus filosofis.
Sifat air yang mengalir, merembes, mengaburkan batas, dan tidak memiliki bentuk yang tetap, menjadi inspirasi utama dalam berkarya.
“Melalui media ini, saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua hal harus terlihat tegas, dan tidak semua makna harus terwakili dalam bentuk yang sempurna,” jelasnya.
Manajer Komaneka Fine Art Gallery, Wayan Sunartana, menilai karya-karya Mahendra Mangku tidak sekadar menampilkan gambaran nyata, melainkan membangkitkan perasaan dan kesan.
Di dalam lukisannya terlihat fragmen cahaya, suasana yang terasa, serta jejak ingatan yang samar namun terasa dekat.
“Ruang kosong dalam karyanya bukan berarti kurang, melainkan menjadi jeda yang memberi ruang bagi pengunjung untuk menafsirkan maknanya masing-masing. Pameran ini mengajak kita bukan hanya melihat, tetapi juga merasakan apa yang tersisa di balik karya itu: waktu, keheningan, dan jejak yang tinggal setelah gambaran itu berlalu,” ungkap Sunartana.
Pameran ini dibuka secara resmi pada Sabtu (20/6) dan dapat dikunjungi hingga 20 Juli 2026 mendatang.***
Editor : Donny Tabelak