Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Kunjungan Wisman Naik, Pasar Eropa Justru Melemah, Satu-satunya Rusia Tumbuh Positif

I Wayan Widyantara • Selasa, 14 Juli 2026 | 08:06 WIB
Kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan wisata Penglipuran, Bangli, terus berdatangan meski terjadi pergeseran komposisi pasar asal negara wisatawan.(dok radarbadung.jawapos.com) 

 
Kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan wisata Penglipuran, Bangli, terus berdatangan meski terjadi pergeseran komposisi pasar asal negara wisatawan.(dok radarbadung.jawapos.com)   

Radarbadung.jawapos.com– Di tengah tren kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Juni 2026, pasar kawasan Eropa justru mencatat perlambatan.

Penurunan jumlah kedatangan terjadi hampir di seluruh negara penyumbang utama wisatawan kawasan tersebut, sementara Rusia menjadi satu-satunya pasar yang masih mencatat pertumbuhan positif.

Data dari Bali Tourism Board (BTB) menunjukkan jumlah wisatawan asal Eropa yang berkunjung ke Bali sepanjang Juni 2026 mencapai 106.833 orang.

Angka tersebut turun 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 116.387 kunjungan.

Penurunan ini terjadi beriringan dengan pertumbuhan total kunjungan wisman ke Bali yang justru meningkat 3,5 persen secara tahunan, dari 602.634 wisatawan pada Juni 2025 menjadi 623.592 wisatawan pada Juni 2026.

Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran komposisi pasar wisatawan asing yang datang ke Pulau Dewata.

Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menyatakan pasar Eropa masih menjadi salah satu penopang utama industri pariwisata Bali.

Namun, tren pada Juni tahun ini menunjukkan perlambatan yang perlu menjadi perhatian, terutama di negara-negara Eropa Barat yang selama ini menjadi pasar tradisional Bali.

”Secara keseluruhan, pasar Eropa masih menjadi salah satu pilar utama pariwisata Bali, namun tren Juni 2026 menunjukkan perlambatan di sebagian besar negara Eropa Barat. Di sisi lain, Rusia menjadi pengecualian dengan pertumbuhan positif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pasar yang layak mendapat perhatian lebih dalam strategi promosi dan peningkatan konektivitas udara," ujar Gus Agung, Senin (13/7).

Berdasarkan rincian data BTB, Inggris tetap menjadi penyumbang wisatawan terbesar dari kawasan Eropa dengan jumlah 26.203 kunjungan, meski turun 8,1 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Prancis menempati posisi kedua dengan 22.996 wisatawan atau turun 6,6 persen secara tahunan.

Sementara itu, Rusia menjadi satu-satunya negara Eropa yang mencatat pertumbuhan positif dengan 16.887 kunjungan atau naik 6,9 persen.

Di sisi lain, Jerman mengalami penurunan paling tajam, yakni merosot 19 persen menjadi 13.734 orang.

Penurunan juga terjadi pada Belanda sebesar 16 persen (8.139 orang), Italia 12,1 persen (7.437 orang), Turki 10,4 persen (6.009 orang), serta Spanyol yang turun paling kecil sebesar 2,4 persen dengan 8.428 wisatawan.

Menurut Gus Agung, perlambatan pasar Eropa tidak serta-merta mencerminkan penurunan daya tarik Bali sebagai destinasi wisata, melainkan perlunya evaluasi strategi pemasaran agar tetap kompetitif di tengah persaingan global.

Pertumbuhan Rusia dinilai sebagai peluang baru yang patut dimanfaatkan melalui penguatan promosi dan peningkatan akses penerbangan.

Sementara pasar tradisional Eropa Barat tetap harus dipertahankan karena kontribusinya yang besar terhadap lama tinggal serta tingkat belanja wisatawan.

Pergeseran juga terlihat pada komposisi pasar secara keseluruhan.

Australia semakin mengukuhkan posisi utama dengan pertumbuhan 8,5 persen, disusul Taiwan, Rusia, dan Jepang yang juga naik.

Sebaliknya, sejumlah pasar Asia justru turun, antara lain Korea Selatan, India, Tiongkok, Singapura, hingga Malaysia.

”Ini menjadi momentum bagi Bali untuk menjaga pasar yang sedang bertumbuh sekaligus memperkuat kembali pasar tradisional melalui peningkatan konektivitas, promosi tepat sasaran, serta kolaborasi erat pemerintah dan pelaku usaha," tambahnya.

Diversifikasi pasar menjadi langkah penting agar pertumbuhan pariwisata lebih tangguh, berkelanjutan, dan tidak bergantung pada satu atau dua negara saja.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
kunjungan wisatawan naik eropa australia wna rusia