High Season Tiba, Okupansi Hotel Denpasar Sentuh 85 Persen, Wisatawan Australia Paling Banyak

Adrian Suwanto • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:16 WIB
Suasana kawasan Pantai Sanur, Denpasar yang kini banyak dikunjungi wisatawan asal Australia.(FOTO ADRIAN SUWANTO)

 
Suasana kawasan Pantai Sanur, Denpasar yang kini banyak dikunjungi wisatawan asal Australia.(FOTO ADRIAN SUWANTO) 

Radarbadung.jawapos.com– Memasuki musim liburan atau high season periode Juli–Agustus 2026, tingkat hunian kamar hotel di Kota Denpasar melonjak signifikan.

Khususnya di kawasan wisata Sanur, rata-rata okupansi kini mencapai sekitar 85 persen, didominasi kunjungan wisatawan mancanegara dengan pasar terbesar berasal dari Australia.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde, mengungkapkan angka keterisian kamar secara umum sudah berada di atas 80 persen.

Lonjakan ini bertepatan dengan masa libur sekolah dan musim liburan di negara-negara asal wisatawan.

“Rata-rata okupansi hotel di Denpasar, terutama Sanur, sudah di atas 80 persen. Saat ini memang sedang memasuki high season,” ujar Gusde saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).

Ia menambahkan, pasar wisatawan asing saat ini sangat mendominasi, dengan wisatawan Australia yang menjadi penyumbang terbesar.

Perbaikan konektivitas penerbangan internasional serta meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah turut melancarkan arus kedatangan wisatawan dari benua Eropa maupun negara lain.

“Kedatangan wisatawan asing sudah membaik. Penerbangan juga mulai normal kembali, termasuk rute dari Eropa. Memang musim ini pergerakannya lebih banyak dari wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Namun, kondisi berbanding terbalik terjadi pada pasar domestik yang belum menunjukkan pemulihan optimal.

Harga tiket pesawat domestik yang melambung tinggi serta kebijakan efisiensi anggaran di sejumlah instansi pemerintah menjadi penghambat utama.

Berkurangnya kegiatan rapat, pelatihan, maupun perjalanan dinas membuat kontribusi tamu dalam negeri belum kembali seperti sedia kala.

“Kondisi wisatawan domestik belum pulih maksimal. Harga tiket pesawat dalam negeri juga naik sangat tinggi. Selain itu, efisiensi anggaran instansi pemerintah juga berpengaruh pada kunjungan tamu dinas,” terangnya.

Meski demikian, PHRI Denpasar tetap optimistis tren positif ini akan bertahan hingga akhir Agustus.

Lonjakan kunjungan wisatawan asing diyakini mampu menjaga stabilitas hunian hotel sekaligus mendongkrak pemulihan ekonomi dan pariwisata di wilayah Denpasar.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
kunjungan wisatawan asing high season wisatawan Australia sanur liburan