Kunjungan Naik 20 Persen — 2027 Siap Lebih Meriah
Radarbadung.jawapos.com— Pasca gelaran Tanah Lot Art and Food yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot melakukan evaluasi menyeluruh.
Hasilnya sangat positif: perputaran ekonomi mencapai Rp10 miliar, sementara jumlah kunjungan wisatawan naik 10–20 persen dibandingkan hari biasa.
Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan evaluasi ini dilakukan untuk mematangkan konsep penyelenggaraan tahun 2027 agar lebih meriah dan melibatkan potensi seluruh Kabupaten Tabanan.
"Intinya tahun depan lebih meriah dan penuh pentas seni, melibatkan potensi semua desa yang ada di Kabupaten Tabanan. Sehingga suguhan berbagai seni dan budaya dapat dinikmati masyarakat," ujarnya, Jumat (4/9).
Dari sisi kunjungan wisatawan, selama tiga hari festival tercatat 3.500–4.000 orang per hari.
Angka ini naik signifikan dibandingkan rata-rata harian yang biasanya berkisar 2.500–3.000 orang.
Hasil evaluasi lainnya menunjukkan nilai perputaran ekonomi selama festival mencapai Rp10 miliar.
Angka tersebut tidak hanya berasal dari kawasan DTW Tanah Lot semata, melainkan juga melibatkan UMKM, pengrajin, seniman, Industri Kecil Menengah (IKM), serta berdampak pula pada hunian hotel dan restoran di sekitar kawasan.
"Ternyata setelah kami hitung, nilai perputaran ekonomi selama tiga hari festival berlangsung mencapai Rp10 miliar," tutur Sudiana.
Ia menegaskan, keuntungan tersebut dirasakan luas oleh masyarakat lokal, bukan hanya di kawasan DTW Tanah Lot.
Sudiana berharap festival ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi wadah kegiatan pariwisata unggulan di Tabanan.
"Festival Tanah Lot harapan ke depan kami agar bisa bertahan dan dijadikan titik kumpul kegiatan pariwisata di Tabanan, mengingat mulai tumbuh obyek-obyek wisata baru di kabupaten ini," tandasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung