Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Staf Dinas Sosial Dilatih Langsung Bahasa Isyarat di SLB, Ternyata Ini Tujuannya

Francelino Junior • Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:08 WIB

Pelatihan bahasa isyarat yang diikuti staf Dinsos Buleleng di SLB Negeri 1 Buleleng. Tujuannya makin banyak pendamping maupun penerjemah bahasa isyarat.
Pelatihan bahasa isyarat yang diikuti staf Dinsos Buleleng di SLB Negeri 1 Buleleng. Tujuannya makin banyak pendamping maupun penerjemah bahasa isyarat.

Radarbadung.jawapos.com- Sebanyak 12 orang staf Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng dilatih untuk bisa berbahasa isyarat.

Pelatihan ini dilakukan langsung di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Buleleng, yang sudah berjalan selama satu minggu.

Setidaknya, pegawai yang erat kaitannya dengan kegiatan sosial itu, dapat memahami dan berkomunikasi dengan bahasa isyarat, khususnya dengan para penyandang disabilitas tuna wicara.

Dari pantauan, pegawai Dinsos Buleleng dilatih langsung oleh guru dan anak-anak tuna wicara SLB Negeri 1 Buleleng.

Tentu ini semakin menarik bagi mereka sekaligus menyenangkan, sebab ada interaksi langsung.

Tujuannya para staf ini dapat langsung memahami bahasa isyarat yang disampaikan.

”Pelatihan ini jelas urgen. Karena kelompok tuna wicara ini punya hambatan akses informasi, karena keterbatasan komunikasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Yan Rehsos) Dinsos Buleleng, Maman Wahyudi pada Rabu (29/10) siang.

Diungkapkannya, adanya kasus-kasus yang menimpa penyandang disabilitas di Buleleng, utamanya terkait dengan kekerasan perempuan dan anak, membuat Dinsos Buleleng memilih sejak dini untuk melatih para pegawai mereka.

Agar ketika ada permasalahan berkaitan dengan penyandang disabilitas, maka mereka bisa menjadi garda terdepan, untuk membantu menyelesaikan hingga memulihkan psikis korban.

Salah satu contoh kasus terbaru yang menimpa penyandang disabilitas yakni KAA, 33, seorang wanita disabilitas tuna rungu wicara di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang diperkosa seorang pekak (kakek) berinisial IMS, 75, hingga hamil.

Kabid Maman menyebut, selama ini Dinsos Buleleng selalu meminta bantuan kepada juru bahasa isyarat (JBI), ketika ada permasalahan yang menimpa penyandang disabilitas.

Sehingga dengan pelatihan ini, maka para staf diharapkan mampu berkomunikasi dengan mereka secara baik.

”Salah satunya karena ada kasus. Itu jadi tonggak pelaksanaan pelatihan. Maka pemerintah perlu juga memahami bahasa mereka, untuk pemenuhan hak mereka,” lanjutnya.

Setelah internal Dinsos Buleleng saja yang mendapatkan pelatihan, kedepan pilar-pilar sosial di tingkat kecamatan juga akan mendapatkan hal serupa.***

Editor : Donny Tabelak
#bahasa isyarat #penyandang disabilitas #dinsos buleleng #SLB Negeri 1 Buleleng #sekolah luar biasa