Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Sekolah Jadi Sarang Monyet, Disdikpora Minta Bantuan BKSDA

Eka Prasetya • Senin, 19 Januari 2026 | 07:02 WIB
Plafon ruang kelas di SDN 2 Wanagiri dirusak kawanan monyet.
Plafon ruang kelas di SDN 2 Wanagiri dirusak kawanan monyet.
 
Radarbadung.jawapos.com- Aktivitas belajar mengajar di SDN 2 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, terusik.
 
Penyebabnya bukan hal sepele. Atap dan plafon sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut rusak parah setelah diserbu kawanan monyet yang menjadikannya sebagai sarang.

Sedikitnya tiga ruang kelas terdampak, yakni ruang kelas 4, 5, dan 6.
 
Puluhan monyet masuk melalui atap bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan, lalu merangsek ke dalam plafon hingga menyebabkan banyak bagian jebol.

Kepala SDN 2 Wanagiri I Gede Suardana mengungkapkan, gangguan monyet di lingkungan sekolah sebenarnya sudah berlangsung sekitar lima tahun terakhir.
 
Namun kondisinya semakin memburuk dalam enam bulan belakangan.
 
Baca Juga: Gegara Gigitan Anjing, Konflik Antar Warga Pecah di Bebandem

“Waktu ini di bulan November sudah ada perbaikan, tapi kembali dirusak. Kejadian parahnya sekitar enam bulan lalu, sudah sempat diperbaiki melalui dana BOSP,” ujar Suardana, Minggu (18/1).

Menurutnya, awal mula monyet masuk berasal dari atap salah satu kelas yang rusak.
 
Celah tersebut kemudian dimanfaatkan kawanan monyet untuk masuk dan bergerak bebas di dalam plafon.

“Monyet itu masuk plafon, kami langsung ajukan perbaikan ke dinas. Setelah selesai perbaikan kembali lagi seperti itu. Ruang kelas 4, 5, 6 semua dijadikan sarang monyet. Masuknya bermula dari atap kelas yang rusak,” katanya.

Akibatnya, hampir seluruh plafon di ruang kelas tersebut jebol.
 
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung seperti biasa.
 
Suardana menyebut, monyet cenderung keluar saat suasana sekolah ramai oleh siswa.

“Begitu ramai di sekolah ada anak-anak, monyetnya keluar. Nanti setelah anak-anak pulang, sorenya sudah kembali monyetnya sampai pagi di sana,” ungkapnya.

Hingga kini belum ada kejadian monyet menyerang siswa.
 
Namun para guru tetap waspada. Guru dan staf sekolah bahkan menyiapkan ketapel untuk menghalau monyet jika masuk ke area sekolah saat jam belajar berlangsung.

“Sementara belum ada monyet menyerang siswa. Tapi kami selalu siapkan ketapel kalau ada yang turun, kami usir pakai itu. Waktu ini ada seperti perang di sekolah. Ada kurang lebih 75 ekor masuk,” jelas Suardana.

Saat ini kondisi atap sekolah masih rusak. Pihak sekolah berencana melakukan perbaikan darurat, terutama pada bagian atap, sembari mencari tukang.
 
Kondisi tersebut juga telah dilaporkan kepada kepala desa setempat.

“Kami sudah sampaikan kepada kepala desa, karena kondisi kantor perbekel juga sama diserang monyet. Kalau ke BKSDA kami belum lapor,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihak sekolah bersama komite sebenarnya sudah berupaya mengusir monyet.
 
Namun jumlah kawanan justru semakin bertambah.

“Sementara pembelajaran tatap muka masih memungkinkan karena monyet hanya muncul saat sekolah sepi,” kata Surya Bharata.

Ia menambahkan, Disdikpora akan segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali agar kawanan monyet dapat dijauhkan dari area sekolah.
 
“Kami akan koordinasikan juga dengan Balai KSDA. Kekhawatirannya nanti monyet justru menyerang siswa,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#plafon rusak #monyet #sekolah rusak #BKSDA Bali #sukasada