Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Inovasi Obat Bau Kaki dan Salep Luka Bakar, Siswa SMAN 1 Denpasar Sabet Dua Medali di Shanghai  

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 24 Juni 2026 | 15:27 WIB
Dokumentasi perwakilan siswa SMAN 1 Denpasar saat menerima penghargaan dalam ajang Shanghai International Invention and Innovation Exhibition 2026. (Istimewa)
Dokumentasi perwakilan siswa SMAN 1 Denpasar saat menerima penghargaan dalam ajang Shanghai International Invention and Innovation Exhibition 2026. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Kreativitas dan semangat riset siswa SMAN 1 Denpasar kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.

Mereka berhasil membawa pulang medali emas dan perak dalam ajang Shanghai International Invention and Innovation Exhibition (SHIE) 2026, yang berlangsung pada 11–15 Juni 2026 di Tiongkok.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, antara lain Thailand, Iran, Arab Saudi, Malaysia, Rusia, Vietnam, Rumania, Polandia, serta tuan rumah Tiongkok.

Medali emas berhasil diraih oleh Tim KISS melalui karya penelitian bernama MAGLERIC.

Tim yang beranggotakan Komang Riska Putri, Made Natasha Devi Rahyuda, Komang Laura Mesha Anandari Budiasa, Ida Ayu Alit Kirana Dewi, dan Ni Putu Diandra Pradnya Paramitha ini menciptakan produk perawatan kulit berbahan alami untuk mengatasi pitted keratolysis — infeksi bakteri yang sering menjadi penyebab bau dan kerusakan pada kulit kaki.

“Produk ini memadukan ekstrak larva lalat tentara hitam, ekstrak daun sirih, serta kristal mentol. Kombinasi tersebut berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, mengurangi bau tidak sedap, memberikan sensasi sejuk, serta mempercepat pemulihan kulit dengan cara yang praktis dan aman,” jelas Kepala SMAN 1 Denpasar, Made Rida, Selasa (23/6).

Selain medali emas, sekolah ini juga mengantongi medali perak lewat karya NOCATA dari tim kedua. Beranggotakan I Made Ribas Eureka Putra Sedana, Luh Putu Ayu Maharani, dan Gede Dhita Kusuma Wijaya, tim ini mengembangkan salep untuk luka bakar yang dilengkapi dengan perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

Formula salep tersebut memanfaatkan kekayaan tanaman obat lokal, yaitu gabungan daun pegagan, daun binahong, dan ekstrak bunga gumitir.

Made Rida menyatakan rasa bangga dan syukur atas capaian para siswa yang mampu bersaing dengan inovator muda dari berbagai negara.

Menurutnya, karya yang dihasilkan tidak hanya bertujuan untuk kompetisi, tetapi juga memanfaatkan potensi alam sekitar guna menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Prestasi ini menjadi bukti konsistensi sekolah dalam membangun budaya riset dan inovasi. Terima kasih atas dukungan dari seluruh warga sekolah, orang tua, dan masyarakat Bali yang senantiasa mendampingi langkah anak-anak kami,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Shanghai #inovasi #salep #bau kaki #sman 1 denpasar