Menariknya, sebelum wafat, Koden memiliki beberapa permintaan terakhir. Salah satunya dia meminta upacara ngaben juga disertai dengan live musik punk rock. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Gus Cilix selaku drummer dari Natterjack.
”Ini merupakan permintaan almarhum dan juga teman-teman di sekitar rumah Koden (panggilan untuk almarhum). Karena Koden adalah salah satu sosok yang membawa musik punk ke Singapadu, Gianyar," kata Gus Cilix, Jumat lalu (2/1).
Menurut sang drummer pertunjukan live musik di Banjar Apun, Singapadu, Gianyar ini, juga merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada sang legenda. ”Jadi itu adalah bentuk penghormatan terakhir untuk beliau," ujarnya.
Sementara itu, Koden bersama Natterjack sudah mengeluarkan tiga album dan satu single.
Sepeninggalan Koden, Natterjack pun saat ini berencana akan rehat sembari memikirkan langkah yang pasti terkait kekosongan vokalis yang ditinggalkan almarhum.
”Mungkin kami akan rehat dulu. Kami belum sempat ketemu antar personel," tandas Gus Cilix.***