Christian Giacobbe: Komedian Italia yang Mengajak WNA "Jadilah Bule yang Sopan"

Marsellus Nabunome Pampur • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 08:38 WIB
Christian Giacobbe saat menggelar Thursday Comedy Jam di Seminyak, Kuta, Kamis (13/7) malam. (Istimewa)
Christian Giacobbe saat menggelar Thursday Comedy Jam di Seminyak, Kuta, Kamis (13/7) malam. (Istimewa)

Lewat Komedi, Pesan "Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung" Dikobarkan

Radarbadung.jawapos.com– Christian Giacobbe, komedian berdarah Italia yang telah menetap hampir sembilan tahun di Indonesia, kembali mengingatkan sesama warga negara asing (WNA): datang ke negeri ini bukan sekadar menikmati keindahan, melainkan punya tanggung jawab menghormati rumah yang telah menyambut.

Pesan itu disampaikannya lewat gelaran Thursday Comedy Jam yang digelar Bali Comedy Club di Kilo Seminyak, Kuta, Kamis (31/7).

Dikenal lewat gaya komedi observasional yang mengangkat perbedaan budaya, Chris—demikian ia disapa—mengemas pesan mendalam di balik kelakarnya.

“Menurut paspor saya masih orang asing. Tapi kalau lihat isi perut, saya sudah lebih banyak makan nasi goreng daripada pasta. Setelah sembilan tahun, saya sadar yang membuat saya betah bukan cuma makanan, tapi orangnya. Indonesia memberi saya rumah kedua,” ujarnya sambil tertawa.

Baginya, Indonesia bukan sekadar tempat bekerja. Ia telah menemukan keluarga baru dari Bali, Jakarta, Mojokerto, hingga berbagai kota lain.

“Apa yang saya sampaikan di panggung lahir dari rasa syukur karena Indonesia menerima saya dengan begitu hangat,” tambahnya.

Ia menekankan, daya tarik Indonesia bukan hanya pantai atau matahari terbenam, melainkan keramahan yang membuat orang ingin kembali.

Karena itulah, setiap WNA punya tanggung jawab moral membalas kebaikan itu dengan sikap yang sama.

Chris sangat mengagumi falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”—yang ia yakini berlaku universal bagi siapa pun yang berada di negeri orang.

“Jangan cuma cari tempat yang Instagrammable. Cari cerita, cari teman baru. Belajar bilang terima kasih, permisi, atau setidaknya ‘enak banget’. Percayalah, itu jauh lebih berguna daripada hafal nama beach club. Jangan cuma mengonsumsi Indonesia, tapi rasakanlah,” pesannya.

Sebagai penutup yang kerap memancing tawa sekaligus meresap ke hati, Chris selalu mengingatkan: “Jadilah bule yang baik dan sopan.”

Lewat humor yang merendah namun menghibur, ia menjadikan komedi jembatan mempererat persaudaraan lintas budaya, bukan sekadar olok-olok perbedaan.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
komedi beach club indonesia WNA Italia Bule baku hantam