Radarbadung.jawapos.com– Tim Persebaya Surabaya menunjukkan performa gemilang di pekan ke-3 BRI Super League 2025-2026 dengan membungkam Bali United FC 5-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/8/2025) malam.
Kemenangan ini menjadi titik balik penting bagi tim asuhan Eduardo Perez Moran yang kini naik ke posisi ketiga klasemen sementara dengan enam poin dari tiga laga.
Lima gol Bajol Ijo dicetak oleh Francisco Rivera (38’), Risto Mitrevski (44’), Mihailo Perovic (53’), Bruno Moreira Soares (61’ lewat titik putih), dan Gali Freitas (82’).
Sementara Bali United hanya mampu membalas lewat Boris Kopitovic di penghujung babak pertama (45+2’) dan Irfan Jaya sesaat setelah babak kedua dimulai (54’).
Bermain di hadapan lebih dari 10 ribu Bonek yang memadati tribun, Persebaya tampil menekan sejak menit awal.
Duet lini tengah Rivera dan Mitrevski tampil dominan, sementara Bruno Moreira yang mengenakan ban kapten memimpin serangan dengan efektif.
Gol pertama lahir dari sepakan jarak jauh Francisco Rivera di menit ke-38, disusul sundulan Risto Mitrevski enam menit berselang.
Meski sempat dibalas Boris Kopitovic jelang turun minum, Persebaya kembali menambah pundi-pundi gol di babak kedua lewat Perovic, penalti Bruno Moreira, dan sepakan akurat Gali Freitas.
Sebaliknya, Bali United tampil jauh dari kata meyakinkan. Anak asuh Jhonny Jensen tampak kehilangan koordinasi di lini belakang, terutama setelah pergantian beberapa pemain di babak kedua yang tidak mampu memberi dampak signifikan.
Dalam konferensi pers usai laga, pelatih Jhonny Jensen secara jujur mengakui kekalahan timnya.
”Hari ini kami kalah dari tim yang lebih baik. Persebaya bermain lebih baik daripada kami. Kami membuat kesalahan, dan mereka bisa memanfaatkannya dengan sangat baik,” ujar Jensen.
Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti penurunan performa timnya dibanding dua laga sebelumnya.
”Pada dua pertandingan terakhir, menurut saya kami bermain cukup baik. Tapi hari ini bukan performa terbaik kami. Jadi, selamat untuk Persebaya,” imbuhnya.
Penyerang Bali United, Boris Kopitovic, yang mencetak satu gol dalam laga ini pun senada dengan pelatihnya.
”Kami tidak menjalankan rencana permainan dengan baik. Dua kali kami sempat menyamakan keadaan, tapi itu tidak cukup. Persebaya malam ini lebih baik dan saya rasa mereka memang pantas menang,” kata Kopitovic.
Dengan hanya mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan awal, Bali United kini terperosok ke peringkat ke-14 klasemen sementara.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut belum menemukan bentuk permainan terbaiknya, terutama dalam hal transisi bertahan dan komunikasi antarlini.
Dua gol cepat yang dilesakkan Persebaya di babak pertama menunjukkan lemahnya antisipasi lini belakang Bali United, meski mereka sempat memberikan perlawanan lewat gol Kopitovic dan Irfan Jaya.
Namun, seperti diakui pelatih dan pemainnya, masalah utama terletak pada ketidakkonsistenan dan kurangnya adaptasi terhadap tekanan lawan.
Pergantian pemain yang dilakukan di menit ke-69 dan 80 pun tak mampu menyelamatkan mereka dari tekanan bertubi-tubi tuan rumah.
Sebaliknya, Persebaya justru menunjukkan kedalaman skuad yang mengesankan. Pemain pengganti seperti Gali Freitas dan Leonardo Lelis memberi kontribusi nyata, bahkan Gali mencetak gol penutup kemenangan di menit ke-82.
Pelatih Eduardo Perez Moran layak mendapatkan kredit penuh atas manajemen taktik dan semangat tempur timnya.
Dengan kemenangan ini, Persebaya semakin percaya diri menatap laga berikutnya, sementara Bali United harus segera berbenah sebelum terlambat.***