Bermain Seri di Hadapan Suporter Setia, Bali United Gagal Beri Hadiah Akhir Tahun
I Wayan Widyantara• Rabu, 31 Desember 2025 | 14:09 WIB
Bek Bali United Kadek Arel Priyatna (kanan) menghadang pergerakan striker Dewa United Alex Martins Ferreira.
Radarbadung.jawaposcom– Partai tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26 antara Bali United FC dan Dewa United Banten FC berakhir tanpa pemenang.
Pertandingan yang digelar pada Senin (29/12) sore di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, itu ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Hasil tersebut membuat Bali United gagal memberikan hadiah kemenangan penutup tahun kepada pendukungnya sendiri.
Bermain di kandang, Serdadu Tridatu tampil dominan dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang.
Namun lemahnya penyelesaian akhir serta sejumlah kesalahan mendasar, seperti salah passing, membuat gol yang dinantikan tak kunjung tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Sejak awal laga, Bali United mencoba mengendalikan permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan Dewa United, tetapi rapatnya barisan belakang tim tamu membuat upaya tuan rumah sering mentok di area sepertiga akhir.
Beberapa peluang yang tercipta juga gagal dimaksimalkan akibat eksekusi yang kurang akurat.
Berdasarkan catatan statistik, Bali United lebih unggul pada babak pertama dengan penguasaan bola mencapai 52 persen.
Tim asuhan Jhonny Jansen itu melepaskan 11 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang.
Sementara Dewa United hanya mencatatkan lima percobaan tembakan dengan dua yang tepat sasaran. Meski demikian, hingga turun minum skor tetap imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tak banyak berubah. Dewa United mulai berani menguasai bola lebih lama dan memberikan perlawanan, namun Bali United masih mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya melalui skema umpan silang.
Sayangnya, lagi-lagi peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Hingga laga usai, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0.
Usai pertandingan, Pelatih Bali United Jhonny Jansen mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut, terlebih karena laga dimainkan di kandang sendiri.
”Saya tentu sangat kecewa melihat hasil imbang di rumah karena tim ini mampu menciptakan banyak peluang namun tidak berbuah gol,” ujar Jansen.
Meski kecewa, pelatih asal Belanda itu menilai performa timnya menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam aspek permainan kolektif.
”Tapi satu hal yang harus menjadi catatan adalah tim ini terus meningkatkan perkembangan mereka dalam tim terutama dalam penguasaan bola, kerja sama dan chemistry dalam tim,” ungkapnya.
Dalam sesi wawancara usai laga, Jansen kembali menegaskan bahwa Bali United seharusnya mampu meraih kemenangan.
Ia menilai babak pertama menjadi salah satu penampilan terbaik timnya sepanjang musim.
”Babak pertama, menurut saya kami bermain sangat baik. Saya pikir itu adalah salah satu pertandingan terbaik kami di babak pertama jika dilihat dari performa tim. Kami mengontrol pertandingan dan menciptakan banyak peluang, tetapi kami lupa untuk mencetak gol,” katanya.
Jansen juga menyoroti performa lini pertahanan Bali United yang tampil solid dalam beberapa pertandingan terakhir.
”Dalam bertahan, saya bangga dengan tim saya, karena jika Anda lihat bagaimana mereka berjuang, dalam empat pertandingan terakhir kami tidak kebobolan satu gol pun, dan itu hal yang bagus. Namun kami memang menciptakan peluang-peluang,” ujarnya.
Menurut Jansen, pada babak kedua Dewa United tampil lebih baik dalam penguasaan bola, meskipun Bali United masih memiliki peluang yang lebih berbahaya.
”Di babak kedua, saya pikir Dewa sedikit lebih baik dalam penguasaan bola. Mereka lebih banyak menguasai bola, tetapi menurut saya kami tetap memiliki peluang yang lebih berbahaya. Ada beberapa umpan silang yang sebenarnya bisa menjadi peluang bagus, tetapi kami harus memaksimalkan peluang yang ada,” jelasnya.
Pelatih Bali United itu juga mengakui emosinya sempat memuncak di akhir pertandingan karena merasa timnya layak meraih tiga poin.
”Ya, saya sangat kecewa. Karena kami seharusnya bisa menang di sini. Kami mendapatkan peluang-peluang, kami bermain sangat baik di babak pertama, jadi kami seharusnya menang hari ini. Itulah mengapa saya kecewa,” ucap Jansen.
Meski demikian, ia tetap menyampaikan rasa bangganya kepada para pemain dan tim pelatih atas perkembangan yang ditunjukkan sejauh ini.
”Menurut saya, Bali patut bangga dengan tim ini. Tim ini berkembang dari sini, selangkah demi selangkah, menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Ini adalah tim yang mau berjuang dan bekerja keras untuk Bali United. Saya sangat bangga dengan tim ini,” tuturnya.
Kekecewaan juga disampaikan karena kemenangan kandang dinilai akan menjadi penutup tahun yang ideal bagi tim dan suporter.
”Saya ingin untuk para pemain, staf, dan juga para suporter, bahwa hari ini kami bisa mendapatkan tiga poin. Karena itu akan menjadi kemenangan besar, dan kami sebenarnya memiliki peluang untuk itu. Itulah mengapa saya benar-benar kecewa dengan hasil pertandingan ini,” katanya.
Sementara itu, pemain bertahan Bali United, Kadek Arel, menilai performa lini belakang timnya menunjukkan peningkatan signifikan, meski ia mengakui Dewa United tampil lebih dominan di babak kedua.
”Dalam bertahan, saya rasa kami sudah banyak berkembang. Di beberapa pertandingan terakhir kami tidak kebobolan. Di babak kedua, tim Dewa lebih menguasai bola dan mereka bermain lebih baik di babak kedua,” ujar Kadek Arel.
Ia berharap Bali United dapat tampil lebih konsisten sepanjang pertandingan ke depannya, terutama saat menghadapi laga berikutnya.
”Saya berharap ke depannya para pemain bisa bermain lebih baik, seperti yang mereka tunjukkan di babak pertama. Kami bermain sangat baik di babak pertama, tetapi di babak kedua kami bermain lebih defensif. Dewa lebih mengontrol bola, dan itu akan menjadi prioritas kami sebelum bermain melawan Arema di awal tahun depan,” katanya.
Dengan hasil imbang ini, Bali United berada di posisi kedelapan klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan koleksi 21 poin. Sementara Dewa United masih tertahan di peringkat ke-14 dengan raihan 17 poin.***